CPFI beri pelatihan pendidikan berkarakter di Pangkep

Diposting pada 99 views
CPFI beri pelatihan pendidikan berkarakter di Pangkep

BeritaPangkep – Melalui Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) perusahaan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, yang bergerak di bidang pembibitan dan budidaya ayam ras pedaging memiliki komitmen turut meningkatkan kemajuan dan daya saing bangsa, melalaui pendidikan.  

Karenanya diawal tahun 2018 CPFI mempersembahkan program Coorparate Social Responsibility (CSR) terbaru yakni program bakti pada guru, dengan berkonstribusi memakukan dunia pendidikam di Indonesia.

Sekjen Pokphand Andi Magdalena Siadari menuturkan, kali ini bantuan CSR perusahaan dikemas dalam bentuk pendidikan kepada guru-guru tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama  (SMP), terkhusus di tiga kecamatan di kabupaten Pangkep. Ketiga kecamatan tersebut yakni, Segeri, Mandalle dan Labbakkang. “Ketiga kecamatan ini merupakan ring I perusahaan, karena kita juga memiliki perusahaan di daerah ini. Kita berharap dengan pemberian pelatihan kepada guru, dapat memberikan pengalaman dan pembelajaran dalam hal penerapan pendidikan saat ini,” jelasnya.

Dia menyebutkan, dalam menjalankan program tersebut, pihaknya menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Diponogoro (Undip) serta dinas pendidikan kabupaten Pangkep. Fakultas Psikologi sebagai motivator akan memberikan pelatihan pendidikan karakter kepada guru peserta program selama dua hari.

“Program bakti pada guru memberikan pelatihan pendidikan berkarakter ini, sejalan dengan peraturan presiden (perpres) No 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan Karakter. Jadi kami menganggap program ini memang sudah selaras dan sejalan dengan program pemerintah,” bebernya.

Sementara itu Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana meenuturkan, pihaknya menyambut baik kegiatan seperti ini, dalam memberikan pendidikan kepada guru. Dia berharap langkah ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang ada di kabupaten tiga dimensi tersebut. Jujur kata Syahban, Pemerintah daerah, belum mampu memberikan pelajaran seperti itu kepada guru, jika harus dianggarkan di APBD. Pasalnya, dari Rp 1,4 triliun dana APBD kabupaten Pangkep, 67 persen telah dialokasikan ke belanja gaji pegawai. Selebihnya dibagi ke beberapa kegiatan SKPD lainnya.

“Guru bukanlah orang yang hebat, namun banyak orang yang jdi hebat karena jasa guru. Makanya, saat mendapatkan informasi terkait kegiatan ini, saya menganggap hal ini sebagai sesuatu yang positif dan memang sangat dibutuhkan di Pangkep.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivator perusahaan lain dalam menyalurkan CSRnya. Jujur saja, anggaran kita dak tidak untuk kegiatan seperti ini,” jelasnya.

Dia berharap, setelah mengikuti program ini, para guru akan mendapatkan pembekalan dan pelatihan metode terkini terkini yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah untuk membangun karakter positif siswa di sekolah