Diadang soal bantuan dan pembangunan kantor desa, begini jawaban Syamsuddin

Diposting pada 996 views

Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid menjawab protes warga pulau Karanrang

BeritaPangkep – Seorang warga Pulau Karanrang, Desa Mattiro Bulu mengadang kunjungan Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid di pulau ini, Selasa 1 Februari 2017. Kejadian ini tepat didepan Puskesmas Pembantu Pulau Karanrang usai Syamsuddin bersama rombongan meninjau pustu.
Warga yang diketahui bernama Sultan ini mengadukan berbagai persoalan kepada Syamsuddin. Dengan nada bicara yang tinggi, Sultan mempersoalkan, penyaluran bantuan sosial yang dinilainya tidak adil hingga pembangunan kantor desa yang tidak kelar sejak 2013. 

Tak jarang omongan Syamsuddin yang menjawab protes dipotong oleh Sultan, begitu sebaliknya.

“Masa ada yang dua tiga kali dapat, ada yang tidak pantas dapat bantuan tapi tetap mendapatkan, sementara ada juga yang sama sekali tidak pernah,” kata Sultan.

“Saya juga protes pembangunan kantor desa, sejak tahun 2013, kontraktor berganti tapi tidak selesai,” lanjutnya.

Dengan tenang Syamsuddin menjelaskan proses turunnya bantuan dari pengajuan proposal hingga penyaluran. Menurutnya, setiap proposal bantuan masyarakat selalu disetujui. Soal penyalurannya, Syamsuddin mengatakan hal itu, diserahkan kepada struktur pemerintahan dibawah. 

“Ini saya sampaikan, bantuan itu berdasarkan proposal kepada bupati. Bupati disposisi. Soal kenapa ada yang punya proposal atau tidak itu bukan persoalan bupati. Yang penting diajukan, pasti saya disposisi,” ucap bupati Syamsuddin.

“Kalau masalah kantor, tabe aji nah. Tidak mungkin keluar itu uangnya kalau tidak ada fisik,” jelasnya.

Tetap saja penjelasan Syamsuddin tidak membuat Sultan puas. Ia terus bicara ketus. Akhirnya, Syamsuddin bersama rombongan kemudian mendatangi lokasi pembangunan kantor desa Mattiro Bulu. 

Dari sini diketahui, terhentinya proses pembangunan kantor desa karena status tanah yang tidak belum jelas.

“Saya sebenarnya tidak tahu persoalan ini, camat dan desa tidak ada laporan soal pembangunan yang terhenti. Begini, kasi jelasmi dulu tanahnya, kalau sudah jelas pasti kita lanjutkan. Gampang ji ini,” pungkas Syamsuddin di hadapan warga.