Film Pamanca, kisah kolosal keberanian lelaki Bugis Makassar masa lalu

Diposting pada 2.571 views
Produser Eksekutif ‘Pamanca The Movie’, Muhammad Basir alias Den Raffy, saat berbincang dengan sejumlah jurnalis di Kafe Labobar, Jl Toddopuli Makassar, Minggu 26 Februari 2017

 

BeritaPangkep – Dunia perfilman di Sulsel terus menggeliat menunjukkan kreatitas. Sineas-sineas muda berlomba melahirkan karya yang berkualitas. Kali ini, film terinspirasi dari budaya dan sejarah sosial masyarakat Sulawesi Selatan yang nyaris dilupakan saat ini, yakni “Pamanca”.

Pamanca dikenal dengan atraksi-atraksi yang cukup ekstrim, seperti kebal dengan senjata tajam hingga perkelahian dengan badik dalam satu sarung (sitobo lalang lipa’).

Namun Pamanca dalam film garapan Rafindo Galesong itu berkisah seorang para prajurit pemberani atau tobarani pada jaman penjajahan Indonesia oleh Belanda, dengan segala keberaniannya menyelesaikan pertarungan dan penyelamatan.

“Kita akan mengambil latar cerita tahun 1800an, ” kata Produser Eksekutif ‘Pamanca The Movie’, Muhammad Basir alias Den Raffy, saat berbincang dengan sejumlah jurnalis di Kafe Labobar, Jl Toddopuli Makassar, Minggu 26 Februari 2017.

Adaptasi Pamanca dalam film ini, menurut dia, mengambil alur cerita ditahun 1800an dengan beberapa latar yang menyentuh perang kerajaan-kerajaan di sejumlah daerah di Sulsel. Seperti kerajaan Pangkep, Bone dan lain-lain. Karena itu, lokasi pengambilan gambar nanti berada di beberapa kabupaten.

“Lokasi syuting kita berada di beberapa daerah nanti. Seperti Takalar, Jeneponto, Bone, Maros, Tana Toraja, dan Makassar ” ujar putra daerah Galesong, Kabupaten Takalar ini.
Dia juga membeberkan bila film ini bergenre kolosal akan diproduksi dengan menggunakan efek film dan dilengkapi kamera dan pendukung lainnya yang mumpuni seperti film-film kolosal berkelas Lord of The Ring.

Meski masih enggan menyebut nama artis dan aktor yang akan dilibatkan, namun ia mengatakan artisnya grade A atau level A nasional.

“Jackie Chan juga ikut ajak. InsyaAllah, berdoa saja, dukung kami, ” bebernya.

Soal Jackie Chan, kata Den Raffi, dirinya mengatakan memang sangat tidak mudah untuk melibatkannya apa lagi untuk bayaran. “Soal bayaran pastilah kami angkat tangan. Tapi untuk memajukan perfilman, mudah-mudahan ia ikut bermain sama kita, ” bebernya.

Dia juga menjelaskan saat ini, dirinya dan beberapa krunya sedang hunting lokasi untuk pembuatan trailler dulu. “Mungkin Maret kami akan konferensi pers, ”

Dia juga optimis bahwa produksi film budaya dan sejarah ini akan diminati, tidak hanya di Sulsel, tapi juga seluruh Indonesia. “Film-film produksi Makassar mengalami tren positif. Dan momen terbaik menggarap film, ” ujarnya, sambil menjelaskan bila film ini sudah mulai disiapkannya sejak 10 tahun lalu.

Sementara penulis skenario ‘Pamanca The Movie’, Barnadi Zakaria menambahkan garapannya nanti adalah film fantasi sejarah seperti lord of the ring, kisah romatis seperti film Habibie-Ainun, Tenggelamnya Kapal Van Der Wick dan action seperti film-film master silat. “Kami didukung oleh kamera yang mumpuni untuk itu, ” tambahnya.

Menurutnya film Pamanca inisebenarnya tak lepas dari latar belakang sejarah di Sulsel, namun pihaknya berupaya untuk menghidari perdebatan panjang soal sejarah.
“Jadi film juga fantasi sejarah. Kami juga nantinya ingin menghindari perdebatan soal sejarah Pamaca, ” ujarnya.

Dia juga membeberkan sedikit bocoran filmnya. Seperti pertarungan tobarani diatas perahu penjajah Belanda yang dipenuhi efek untuk menunjukan aktor utama yang seperti kebal peluru.

“Salah satu golden scene kita adalah sitobo lalang lipa,” bebernya lagi.

Pamanca sendiri, kata dia, bukan melulu pekelahian atau kekerasan. Tapi, secara filosofis pamanca adalah bagaimana menjadi manusia. “Ada makna filosofis dibaliknya, ” kata calon Doktor di Pascasarjana Universitas Negeri Makassar ini. (RILIS)