Kali ini giliran menteri pertanian yang keluhkan pelayanan RSUD Pangkep

Diposting pada 2.001 views
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman di RSUD Pangkep (foto humas)

BeritaPangkep – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pangkep kembali mendapat sorotan. Kali ini, sorotan terhadap pelayanan serta fasilitas di rumah sakit plat merah itu datang dari Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman.

Amran datang menjenguk mertuanya yang sementara dirawat di ruang perawatan Palem marah karena menilai penanganan medis lambat. Dokter yang menangani mertuanya yang tidak berada di tempat dan yang berada di ruang perawatan hanya sejumlah perawat yang acuh tak acuh terhadap pasien.

Amran semakin terlihat jengkel setelah melihat fasilitas perawatan yang buruk seperti dinding dan plafon yang rusak dan kotor. Selain mencari dokter, Amran juga mencari Direktur RSUD Pangkep yang ternyata juga berkantor.

“Kepada perawat agar mengutamakan senyum pada semua pasien dan tidak memasang muka jamussu (jutek). Saya siap kordinasikan dengan menteri kesehatan untuk memberikan anggaran buat rumah sakit umum pangkep agar fasilitas alat kesehatannya ditambah,” ucapnya.

Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid dan Kadis Kesehatan, Indriyati Latief datang menemui Amran. Keduanya berjanji akan menata pelayanan kesehatan di RSUD Pangkep.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman di RSUD Pangkep bersama Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid dan Kadis Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief (foto humas)

Keluhan terhadap pelayanan RSUD ini bukan hanya dari Menteri Amran, sebelum-sebelumnya, keluhan datang dari berbagai lapisan mulai anggota DPRD Pangkep sampai masyarakat biasa. Sejumlah unjuk rasa agar RSUD Pangkep membenahi pelayan kerap dilakukan mahasiswa.

Pada 2016, Organisasi perempuan Aisyiyah bahkan menyesalkan tidak adanya upaya perbaikan pelayanan yang merugikan kaum perempuan dari kalangan miskin. Para kader Aisyiyah menyampaikan desakan terkait pentingnya Peningkatan Layanan Kesehatan khususnya untuk pemenuhan hak-hak kesehatan dasar perempuan termasuk Kesehatan Reproduksi serta perbaikan manajemen RSUD dan mendorong terbentuknya Pansus guna menyelesaikan berbagai masalah kesehatan di Pangkep agar tidak berlarut-larut. “Bayangkan jika ratusan perempuan setiap minggunya harus menunggu 1 orang dokter ahli yang kadang datang kesiangan, pelayanan yang tidak maksimal dan yang berdampak pada kekecewaan para pasien karena harus menunggu terlalu lama. parahnya lagi langkah terakhir yang paling gampang dilakukan pihak rumah sakit adalah merujuk Pasien Kemakassar, dan mereka seolah-olah lepas tangan dari persoalan ini,” tegasnya dalam sebuah diskusi.

Mahasiswa Pangkep Bersatu adalah gabungan beberapa organda daerah yakni mahasiswa HMI Cabang Pangkep, IPPM Pangkep Koordinator UMI, Mahasiswa Pangkep Jurusan Olahraga UNM, PMII Cabang Pangkep yang juga pernah bebera[a kali unjuk rasa dengan tuntutan serupa juga tidak membuat pelayanan membaik.