Panre Beddu, sang pembuat badik dari Segeri

Diposting pada 1.459 views

BeritaPangkep – Dimata orang bugis, badik atau dalam bahasa Bugis-Makassar dan Mandar disebut kawali  bukan hanya sebagai senjata untuk membela diri, namun oleh sebagian orang setiap jenis badik dipercaya memiliki kekuatan sakti (gaib). Kekuatan ini dapat mempengaruhi kondisi, keadaan dan proses kehidupan pemiliknya.

bedduoo

Nah sang pembuat bilah badik pun tidak asal buat karena tidak semua besi bisa dibuat badik. Untuk itu kita datang ke lokasi pembuatan badik di Kelurahan Segeri, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Wa’ be’du, sang empu atau dalam bahasa Bugis disebut panre atau pembuat badik inilah yang paling dikenal masyarakat. Ia bersama kerabatnya mebuat badik dengan hanya mengandalkan peralatan seadanya.

Ukiran serta motif badik atau yang biasa disebut pamor badik ini menjadi ciri khas sanjata tradisional suku Bugis Makassar dan semua suku di sulawesi selatan. Membuat badik pun tidak mudah, ada tiga bagian di dalamnya yakni bilah, gagang dan sarung.

Tidak hanya itu, membuatnya pun tidak boleh asal jadi. Sang pembuat,Wa’Beddu harus melihat aura si pemesan dan jenis logam yang akan di  di buat bilah badik. Jika aura pemesan tidak sesuai  denganaura besi yang akan dijadikan badik, Wa’ Beddu biasanya menayrankan untuk mengganti besinya.

Besi pilhan ini sebelumnya di panaskan di atas arang sampai besi terlihat berwarna merah, setelah itu mulailah besi di di bentuk dengan cara di tempa dengan menggunakan palu. Proses ini di lakukan berkali-kali sampai bernar-benar besi berbentuk sebilah badik.

Sama dengan pembuatan bilah badik, proses pembuatan sarung badik pun tidak asal buat. Mereka menggunakan kayu kemuning yang di haluskan dengan kulit ikan pari dan di beri ukiran tangan untuk memperindah tampilan badik.

 

 

 

sumber : bebasbatas.com