PerDIK dan Gempita Indonesia Canangkan Program Bertani Inklusi

Diposting pada 126 views

 

BeritaPangkep, MAKASSAR – Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Indonesia bertemu dengan Pengurus Pergerakan Difabel Indonesia (PerDIK), pada 2 Juni 2017 di kantor PerDIK di Makassar. Pertemuan itu untuk mendiskusikan peluang difabel di Sulawesi Selatan guna ambil bagian dalam program agraris, khususnya budidaya tanaman jagung di lahan-lahan tidur yang tersedia.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Gempita Indonesia Abdul Waris mengatakan program ini merupakan inisiatif dari Gempita sebagai upaya mengurangi besaran impor pakan maupun pangan ke Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan keluarga-keluarga petani melalui distribusi hasil panen yang lancar dan harga jual yang lebih terjamin.

Waris juga menjelaskan bila program yang diusung oleh Gempita mendapat respon yang sangat luas di berbagai daerah. Bahkan di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan geliat orang-orang muda petani yang hendak berpartisipasi semakin meningkat.

“Kami akan memastikan, keseluruhan proses mulai dari pembentukan kelompok, masa tanam, panen sampai distribusi hasil panen akan terus dikawal oleh Gempita,” ujarnya saat PerDIK mempertanyakan beberapa hal terkait tahapan pembentukan kelompok petani inklusi nanti.

Dijelaskan Waris, bila sudah ada sekelompok difabel di setiap daerah yang bersedia turut serta, maka nanti koordinator Gempita dari setiap kabupaten akan berkoordinasi dengan kelompok dan memberikan bantuan teknis jika dibutuhkan.

“Untuk kejelasan yang lebih rinci, kami memiliki dokumen yang bisa dipelajari oleh PerDIK maupun jaringannya,” ungkap Waris.

Sementara koordinator Gempita Sulsel, Asrul Herman berharap kepastian tersedianya CPCL (Calon Petani Calon Lahan) sudah tercapai pada akhir Juli, karena, masa tanam untuk sebagian wilayah Sulawesi Selatan adalah bulan September.

“Kami berharap pada bulan Juli sudah terbentuk sehingga bulan Agustus nanti proses pencairan bibit dan pupuk sudah bisa berjalan dan petani menanam pada awal bulan September. Baik PerDIK maupun Gempita Indonesia berharap kerjasama ini bisa berjalan.” Kata Asrul.

Sedangkan Ketua PerDIK Ishak Salim, mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Ikatan Alumni PSBD Wirajaya dan organisasi difabel di berbagai daerah.

“Kemarin sudah kami sampaikan melalui group internal IKA tentang peluang program Gempita mengikutsertakan difabel berpartisipasi dan respon alumni sangat antusias. Dari berbagai daerah ada banyak yang berminat mencobanya, seperti alumni dari Bulukumba, Jeneponto, Bantaeng, Takalar, Enrekang, Luwu, dan Toraja,” ujar Ishak.

“Jika difabel atau petani difabel bisa turut serta maka program ini bisa disebut sebagai ‘Program Bertani Inklusi’ dan menjadi wadah pergerakan dalam membangun martabat difabel di bidang pertanian,” sambung Ishak.

Direktur PerDIK, Abd Rahman menyampaikan bahwa PerDIK adalah gerakan difabel untuk mendorong inklusi di dalam proses pembangunan. Untuk itu, Ia sangat berharap agar program Gempita ini juga membuka peluang bagi difabel, khususnya yang berprofesi atau ingin bekerja sebagai petani untuk berkontribusi dalam gerakan.