Terdakwa kasus Idul Adha berdarah 2017 divonis 13 tahun

Diposting pada
Terdakwa pembunuhan, Syamsul Alam divonis 13 tahun penjara

BeritaPangkep – Emosi ibu korban Kahar (27 tahun) tak terbendung usai hakim ketua, Andi Imran membacakan putusan perkara pembunuhan terdakwa Syamsul Alam yang merupakan pembunuh anaknya. Terdakwa Syamsul Alam divonis 13 tahun kurungan penjara karena terbukti melakukan pembunuhan terhadap korban.

Putusan yang dibacakan hakim ketua, menyebutkan kejadian yang terjadi pada hari raya Idul Adha 1 September 2017 ini berawal ketika korban sempat cekcok dalam sebuah hajatan pengantin, korban Kahar sempat dipukul terdakwa, Syamsul Alam. Tak terima, sepekan kemudian, Kahar mengadang korban dan mengejar sampai dirumah terdakwa Syamsul Alam di Kampung Balangkatala, Desa Alesipitto, Kecamatan Ma’rang, Pangkep dengan membawa parang dan badik langsung menyerang terdakwa. Syamsul Alam melawan dan akhirnya menikam dan memarangi korban beberapa kali hingga tewas.

“Korban memarangi terdakwa, kemudian ditangkis lalu terdakwa menikam korban. Parang dan badik korban jatuh, terdakwa lalu menikan beberapa kali yang dia lupa. Lalu mengambil parang dan memarangi leher dan bagian tubuh yang lain juga beberapa kali yang menyebabkan korban meninggal dunia,” kata hakim Andi Imran.

Adapun pertimbangan yang memberatkan terdakwa Syamsul Alam, perbuatannya menyebabkan orang meninggal dunia, meninggalkan luka bagi keluarga dan beban ekonomi bagi istri dan dia orang anaknya. “Yang meringankan terdakwa dalam persidangan yaitu, terdakwa menderita beberapa luka, tidak pernah didakwa serta masih muda yang diharapkan kedepan masih bisa memperbaiki masa depannya,” ucap Ibrahim.

Beruntung puluhan anggota kepolisian dari Polres Pangkep yang berjaga sejak pagi bisa meredam protes keluarga korban sehingga tidak berujung bentrok. Terdakwa Syamsul Alam menerima putusan ini.