Upacara penutupan TMMD dipimpin Danlanud Sultan Hasanuddin

Diposting pada 233 views

 

Danlanud Sultan Hasanuddin tutup TMMD ke 98

BeritaPangkep – Komandan Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Bowo Budiarto menjadi inpektur upacara dalam upacara penutupan TMMD ke 98 di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Kamis, 4 Mei 2017.

Sebelum memimpin upacara penutupan, Marsma Bowo Budiarto mengunjungi sejumlah lokasi kegiatan TMMD diantaranya, bedah rumah di Kelurahan Baleangin, pemasangan bronjong di Kampung Betta-beta dan perintisan jalan ke Kampung Bonti.

Hadir dalam kegiatan ini, Danrem 142 Tatag, Kolonel Inf Taufik Shobri,  Wabup Pangkep, Syahban Sammana, Kapolres Pangkep, AKBP Edy Kurniawan dan sejumlah pejabat sipil dan militer.

Dalam kesempatan ini, Marsma TNI Bowo membacakan sambutan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono selaku Penanggung Jawab Operasional (JPO) menyampaikan, mulai tahun 2017, program TMMD yang semula diselenggarakan 2 kali dalam setahun ditambah menjadi 3 kali setahun. Selain sebagai bentuk kepedulian TNI dalam membantu akselerasi program pembangunan di wilayah yang sulit terjangkau.

Melalui rilis resmi Penrem 142 Tatag,  disebutkan TMMD juga sebagai upaya melestarikan budaya luhur bangsa Indonesia yang menjadi makna inti dari pancasila yaitu gotong royong. Untuk membentengi diri dari potensi  disintegrasi yang di picu oleh sentimen perbedaan dan sikap intoleransi. Pada program TMMD ke-98 tahun 2017 ini, secara nasional telah menyelesaikan sebanyak 357 sasaran.

Adapun sasaran fisik berupa berupa pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah Kodam di seluruh Indonesia, diantaranya pembangunan jalan baru, pembuatan jalan makadam, rabat jalan, rehabilitasi jalan, peningkatan jalan, betonisasi jalan, penimbunan, pelebaran dan pengerasan jalan.

Bukan hanya itu, ada juga pembuatan jembatan, pembuatan tanggul, pemasangan gorong, pembangunan gapura, poskamling, pembuatan sarana olah raga, renovasi rumah ibadah dan rumah tidak layak huni, pembangunan sekolah, pembangunan sarana sanitasi dan pusat pusat kegiatan masyarakat.

Selain sasaran fisik, TMMD juga menyelenggarakan program non fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang bela negara dan ketahanan nasional. Hal ini merupakan suatu kebutuhan untuk menangkal berbagai ancaman disintegrasi bangsa  melalui proxy war atau maraknya peredaran dan penggunaan narkoba, ancaman terorisme, aksi kriminalitas, Kebangkitan komunisme gaya baru serta perang informasi yang melanda penjuru dunia.