Warga dimintai uang untuk pergantian meteran listrik PLN

BeritaPangkep – Sejumlah warga mengeluhkan adanya pungutan untuk penggantian berkala meteran listrik dirumah mereka. Pungutan yang diminta oknum yang mengatasnamakan PLN ini antara Rp100 ribu sampai Rp200 ribu.

Hal ini disampaikan Korwil Pemuda Pancasila Kecamatan Bungoro, Nirwansyah Ridwan yang menerima pengaduan warga. Menurutnya, warga BTN samalewa didatangi oknum PLN yang meminta agar warga membayar untuk penggantian berkala meteran di rumah.

“Mereka ditakuti, katanya kalau tidak segera diganti nanti pembayarannya akan semakin mahal atau meteran lama itu gampang meledak. Itu mereka lakukan agar warga mau mengganti meteran dan dimintai uang,” ucap Cimot, sapaan akrab Nirwansyah, Kamis, 8 Juni 2017.

Ia meminta PLN Pangkep menyampaikan secara terbuka kebijakan pergantian berkala ini agar tidak ada oknum yang memanfaatkan.

Pihak PLN Pangkep yang dikonformasi menegaskan tidak ada biaya alias gratis dalam penggantian berkala meteran. Para petugas yang turun adalah pekerja kontrak yang memang dibayar untuk program ini.

Salah staf bagian Transaksi Energi PLN Pangkep, Zainal meminta agar warga yang dimintai pembayaran segera melapor ke PLN Pangkep dengan menyertakan alamat dan nomor meteran agar diketahui identitas petugas yang bertugas diwilayahnya. Ia mengatakan, untuk penggantian berkala ini, PLN dibantu tiga vendor yang menyediakan tenaga kerja.

“Pergantian ink gratis, mereka (petugas) di kontrak langsung sama PLN. Kalau masih ada seperti itu kita lapor ke vendornya agar pecat,” kata Zainal, .

“Ada tiga vendor, yang aktif sekarang dua vendor. Kalau ada pelanggan jadi korban pungutan seperti ini silakan lapor ke kami, lengkapi alamat dan nomor pelanggan biar ketahuan petugas mana yang minta uang,” lanjutnya.

Ia menegaskan, PLN Pangkep tidak akan mentolerir jika terbukti ada pengutan seperti tang dimaksud. Dalam setiap pertemuan dengan vendor, pimpinan PLN Pangkep selalu mewanti-wanti hal ini.