Aksi Kamisan Makassar, Tuntut Adili Penganiaya Penyandang Disabilitas

BeritaPangkep, MAKASSAR – Aksi Kamisan Makassar yang ke-4 kembali menyoroti kasus yang menimpa Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bone, Andi Takdir (30), telah dianiaya sejumlah oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  Bone.

Yang sungguh memiriskan, pemukulan terhadap Takdir itu terjadi didepan anaknya yang masih berusia 4 tahun. Peristiwa pemukulan itu terjadi di Lapangan Merdeka Watampone, Sabtu 23 Desember malam lalu.

Mengutip rilis Pengurus Pusat Pergerakan Difabel Indonesia Untuk Kesetaraan  (PerDIK) mengenai pemukulan tersebut bermula saat Takdir memprotes tindakan sejumlah anggota Satpol PP Bone yang hendak membubarkan  aktivitas menari yang dilakukan salah satu komunitas di Lapangan Merdeka Watampone.

Takdir yang kebetulan melihat aksi pengusiran itu, ikut membela. Namun sejumlah oknum Satpol PP datang mengerumuni Takdir. Lalu menendang dan memukuli bagian kepala Takdir.

Berdasarkan hal itulah perwakilan Amnesty Internasional Indonesia dan sejumlah elemen perjuangan HAM di Sulawesi Selatan kembali akan menggelar Aksi Kamisan atau Aksi Payung Hitam pada Kamis, 28 Desember 2017 hari ini di depan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar.

Pada Aksi Kamisan yang keempat ini, Korlap Aksi Humaerah Jaju menyatakan sikap :

 

1. Mengecam keras tindakan arogansi oknum Satpol PP Bone kepada Andi Takdir yang merupakan penyandang disabilitas daksa kinetik.

2. Meminta Polres Bone memproses para pelaku hingga berkas dan pelaku dilimpahkan ke Kejari Bone untuk diteruskan ke pengadilan setempat.

3. Meminta Bupati Bone untuk mengevaluasi Satpol PP Bone dan memberi sanksi tegas kepada para penganiaya Andi Takdir.

3. Mendesak Satpol PP Bone bertindak profesional dan mengedepankan langkah-langkah yang menghargai HAM dalam penegakan hukum.

4. Stop kekerasan dan diskriminasi terhadap para difabel di manapun.

Kami yang tergabung dalam Aksi Kamisan Makassar akan mengawal proses hukum kasus ini hingga para pelaku divonis di pengadilan dan korban mendapatkan keadilan.

Aksi yang identik dengan atribut PAYUNG HITAM menjadi simbol perlindungan warna hitam melambangkan keteguhan iman para pejuang HAM dan pencari keadilan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.