Bayi Miftahul Jannah bersama orang tuanya

BeritaPangkep – Perkembangan kasus bayi melepuh. Miftahul Janna akibat tersiram air panas akhirnya terkuak. Dari hasil rekonstruksi yang digelar kepolisian, disimpulkan tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian ini.

Kapolres Pangkep, AKBP Bambang Wijanarko menuturkan, dalam rekonstruksi yang digelar sehari setelah kejadian atau Minggu, 28 Januari 2018 yang menghadirkan seluruh saksi diantaranya Irma, nenek tiri bayi dan Fitrah, cucu dari Irma. Reksnstruksi ini digelar sesuai waktu kejadian yaitu jelang salat duhur, dimana sesuai pengakuan IRma kepada polisi, saat bayi Miftahul Jannah menangis akibat air panas, suaranya terdengar redup karena bersamaan dengan suara azan di masjid.

Pada saat kejadian, Irma berada di halam depan rumah sementara si bayi berada di dapur. Saat itu, Fitra (4 Tahun) datang dan mengajak main bayi. Saat Fitrah mengira si bayi kehausan, ia mengambil segelas air dan memberi minum dengan sendok. Tanpa disengaja air yang baru mendiddih ini jatuh dan mengenai wajah bayi mungil ini.

“Kalau dilihat luka melepuhnya itu dibagian mulut dan pipinya. Itu karena memang karena saat air panas itu tumpah, si Fitrah sedang memberi minum,” kata Kapolres Bambang, Senin, 29 Januari 2018.

Dari hasil rekon ini, BAmbang mengatakan “Kesimpulan kami tidak ada unsur kesengajaaan dan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), murni ketidaktahuan. Tidak ada juga LP (Laporan Polisi. Saya hadir sendiri dalam rekonstruksi untuk meyakinkan karea sebelumnya ada dugaan bahwa Irma adalah pelakunya,” pungkasnya.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.