BeritaPangkep– Untuk mencegah aktivitas yang berkaitan dengan upaya pelaku untuk mencuri data dari pita magnetik kartu ATM/debit secara ilegal atau skimming bank, BRI Pangkep menonaktifkan 0.74 persen kartu nasabah dari total nasabah yang menabung di BRI Pangkep. 0,74 kartu nasabah tersebut terindikasi skimming.

“Untuk keamanan nasabah BRI, seluruh nasabah yang kartunya terindikasi skimming dinonaktifkan secara terpusat dan nasabah tersebut mendapat pemberitahuan melalui pesan sms. Jumlahnya tidak banyak, hanya yang terindikasi saja,” ungkap Kepala Cabang BRI Pangkep, Budi Setia Nusa, Minggu 25 Maret 2018.

Meski jumlahnya tidak banyak, namun demi menjaga keamanan, Ia mengimbau nasabah yang telah mendapatkan pesan melalui sms dari BRI untuk segera datang ke BRI guna penggantian kartu atau enebel kartu.

Budi mengimbau kepada nasabah yang kartunya dinonaktifkan untuk mendapatkan ATM baru atau perubahan PIN. Sejak Sabtu kemarin BRI Pangkep membuka layanan bagi nasabah untuk mendapatkan kartu baru. Budi juga meminta nasabah untuk tidak memberitahukan nomor yang tertera pada kartu di bagian depan ataupun belakang.

“Kepada seluruh nasabah agar tidak memberitahukan informasi rahasia pada kartu (nomor kartu di depan atau pun di belakang kartu) dan PIN kartu kepada orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ucap Budi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.