Data 2016, setiap bulan ada dua kasus KDRT di Pangkep

Diposting pada 303 views
BeritaPangkep – Dibanding tahun 2015, angka Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Pangkep meningkat enam kasus. Tahun 2016 tercatat 25 kasus dengan korban perempuan.
Terkait data ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Pangkep, mengimbau pihak-pihak yang terlibat kekerasan, baik fisik, psikis, maupun ekonomi untuk konsultasi ke DPPPA Kabupaten Pangkep.
“Hal ini dilakukan agar pihak-pihak yang terlibat kekerasan, khususnya perempuan dan anak dapat terlindungi. Karena kekerasan dalam rumah tangga biasanya banyak penyebabnya, bukan hanya yang terlihat,” ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala DP2A Pangkep, Suhartini Jafar, Selasa, 4 April 2017.Untuk mendorong kesadaran itu kata Suhartini, perempuan perlu dilibatkan dalam banyak hal. “Khususnya di desa-desa, seharusnya pelibatan perempuan dalam musrembang lebih ditingkatkan, agar apa yang menjadi kebutuhan perempuan bisa tersuarakan,” kata dia.

Dijelaskan Suhartini, bahwa saat ini pembangunan banyak dimulai dari desa, sehingga anggaran desa cukup tinggi. Dari itu, desa diharapkan dapat nenjadi penggerak keterlibatan perempuan.

“Kita sudah sosialisasikan disetiap pertemuan-pertemuan, setidaknya dalam setiap agenda kegiatan di desa maupun kecamatan dapat lebih mendorong keterlibatan perempuan,” harap dia.

Keterlibatan perempuan dalam beberapa aspek katanya, juga bagian dari upaya memberikan perlindungan pada perempuan itu sendiri. Salah satunya agar perempuan lebih berani dan setara dalam beberapa aspek dengan laki-laki.
Aktifis perempuan dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Haniah mengatakan, meningkatnya angka KDRT dipengaruhi beberapa faktor. Diantaranya, pendidikan, ekonomi dan budaya.
Ia mendesak instansi terkait turun kebawah karena dalam banyak kasus KDRT banyak terjadi dimasyarakat bawah. “Banyak faktor kenapa bisa meningkat, pertama, perempuan dan anak selalu dianggap objek, dan kedua perempuan selalu dianggap lemah dan ini dipengaruhi oleh budaya patriarki dan untuk Pangkep masih sangat kental faham feodal,” ucapnya.