Disbudpar Sulsel gelar seminar pemberdayaan bissu di Pangkep

Diposting pada 178 views
Seminar Pemberdayaan komunitas Bissu

 

BeritaPangkep – Budayawan Pangkep, M Farid Makkulau mengungkapkan, komunitas bissu di Pangkep yang selalu dijadikan ikon kebudayaan masih belum diberdayakan. Para bissu, kata farid belum berdaya secara sosial, kultural dan finansial. Hal ini diungkap Farid dalam Seminar Pemberdayaan Komunitas Bissuyang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan menggelar di hotel Mattampa Inn, Senin, 23 Oktober 2017.

“Secara sosial masih banyak masyarakat yang memandang miring keberadaan bissu. Meski disisi lain selalu dibanggakan sebagai pewaris kebudayaan tapi belum ada upaya serius agar kehidupan para bissu menjadi lebih baik secara sosial dan secara finansial,” ucapnya.

Penulis buku “Manusia Bissu” ini menambahkan, kehidupan ekonomi para bissu juga sangatr memperihatinkan. Jika dimasa lalu, para bissu hidup dari kerajaan, namun saat ini sawah yang dulu hasilnya dinikmati para bissu sudah beralih kepemilikan. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian besar kepada para bissu.

Senada dengan Farid, guru besar dari Universitas Negeri makassar, Ima Kusuma berharap masyarakat tidak hanya melihat bissu sebagai bagian dari pertunjukan semata tapi melihat juga nilai-nilai luhur yang dibawa para bissu. “Persepsi orang melihat bissu secara kodrati saja tidak secara fitrah. Padahal kalau dilihat keberadaan mereka ini bertugas mentransformasi nilai baik dalam masyarakat masa lalu yang dipertahankan sampai sekarang,” kata Ima.

Namun begitu, ia menyambut baik komitmen pemerintah yang akan melakukan pemberdayaan kepada para bissu. Termasuk komitmen Pemerintah Kecamatan Segeri yang akan menyiapkan sawah sebagai pengganti sawah kerajaan yang akjan dikelola bissu Segeri.