29.7 C
Pangkajene
Jumat, Oktober 30, 2020

Hartanya Trilyunan, Sahabat Nabi ini Dijuluki Manusia Bertangan Emas

BeritaPangkep.Com – Abdul Rahman Bin Auf adalah sahabat nabi yang sangat kaya raya. Saking kayanya, Abdul Rahman Bin Auf salah seorang dari delapan orang pertama (As-Sabiqunal Awwalun) yang menerima agama Islam, yaitu dua hari setelah Abu Bakar ini bahkan digelari “Manusia Bertangan Emas”.

Abdurrahman bin Auf adalah sahabat yang dikenal paling kaya dan dermawan. Ia tak segan-segan mengeluarkan hartanya untuk jihad di jalan Allah. Pada waktu Perang Tabuk, Rasulullah ﷺ memerintahkan kaum Muslimin untuk mengorbankan harta benda mereka. Dengan patuh Abdurrahman bin Auf memenuhi seruan Nabi ﷺ. Ia memelopori dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas.

Banyak pendapat soal berapa nilai kekayaan Abdul Rahman bin Auf. Dikutip dari artikel Dewan Syariah Nasional MUI, Dr. Yusuf Ibn Ahmad Al-Qasim berusaha melakukan riset perpustakaan sederhana untuk mencari tahu siapa saja para sahabat Rasulullah Saw. yang memiliki kekayaan terbesar dan nilai aset tertinggi.

Rupanya sahabat Nabi yang terkaya ialah Abdurrahman bin Auf. Konon, nilai kekayaannya saat wafat Rp. 6.212.688.000.000.

Lebih lanjut, total aset kekayaan saat Abdurrahman wafat, seperti dikutip oleh Ibn Hajar- adalah 3.200.000 (dalam bentuk Dinar, menurut asumsi Ibn Hajar, al Fath, Juz 14, hal. 448).

Nilai ini adalah hasil matematis dari informasi yang mengatakan bahwa saat wafatnya, masing-masing dari empat orang istrinya menerima sebesar 100.000 Dinar. Dengan akuntasi Fara`idh, maka total tarikah (harta yang ditinggalkannya) adalah : 100.000 dinar x 4 (orang istri) x 8 (ashl al mas`alah) = 3.200.000 Dinar.

Jika dirupiahkan, nilai tersebut setara dengan Rp. 6.212.688.000.000,- (enam triliun, dua ratus dua belas milyar, enam ratus delapan puluh delapan juta Rupiah). Sementara itu, Ibn Katsir (al Bidayah wa an Nihayah, Juz 7, hal, 184) mengutip sumber lain menulis bahwa saat wafatnya, ‘Abdurrahman meninggalkan aset terdiri dari: 1000 ekor unta, 100 ekor kuda dan 3000 ekor kambing (di Baqi’)

Seluruh istrinya yang berjumlah empat orang memperoleh (dari harga jual aset tersebut) sebesar 320.000 dinar. Nilai ini adalah 1/8 dari total harta waris sehingga masing-masing istri mendapatkan 80.000 dinar.

Dengan data ini maka total aset peninggalannya adalah 80.000 x 4 (orang istri) x 8 = 2.560.000 dinar. Jika dikonversi ke rupiah setara dengan Rp.4.970.150.400.000,- (empat triliun, sembilan ratus tujuh puluh milyar, seratus lima puluh juta, empat ratus ribu Rupiah) ditambah dengan seluruh jumlah 3 (tiga) jenis hewan-hewan peternakan yang disebutkan.

Sumber mana pun yang ingin dirujuk dari dua informasi di atas, ‘Abdurrahman memang layak menempati posisi pertama sebagai sahabat Rasulullah Saw. yang paling kaya.

Yang amat menarik untuk dijadikan cermin kepribadian Muslimin lain, saat hendak wafat beliau berwasiat memberikan 400 Dinar kepada para veteran perang Badr yang masih hidup yang jumlahnya saat itu sebanyak 100 orang.

Total nilai wasiat menjadi 400 Dinar x 100 = 40.000 Dinar atau setara 77.658.600.000 (Tujuh puluh Tujuh milyar, Enam ratus Lima puluh Delapan juta, Enam ratus ribu Rupiah). Sayyidina Ustman RA dan sayyidina Ali RA termasuk di antara yang menerimanya.

Wasiat tersebut belum termasuk wasiat yang diberikannya secara khusus kepada para istri Rasulullah Saw. yang masih hidup dalam jumlah yang besar. Dia juga bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengadakan pengawalan bagi ibu-ibu mulia itu bila mereka bepergian. Aisyah berdoa, “Semoga Allah menyiraminya dengan cairan dari nektar.” (nektar atau salsabil adalah madu bunga, yaitu cairan yang kaya dengan gula yang dihasilkan oleh tumbuhan).

Meski kekayaan Abdurrahman bin Auf terus bertambah, namun dirinya tak pernah menikmati harta itu sendirian. Dia merupakan sosok sahabat yang sangat dermawan karena senantiasa menafkahkan hartanya di jalan Allah. Bahkan suatu ketika ia menyerahkan hampir seluruh harta kekayaannya untuk biaya umat Islam, hingga para sahabat yang lainnya kaget dan kagum

Ketika meninggal dunia, jenazahnya diiringi oleh para sahabat mulia seperti Sa’ad bin Abi Waqqash dan yang lain. Dalam kata sambutannya, Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Engkau telah mendapatkan kasih sayang Allah subhanahu wata’ala, dan engkau berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah selalu merahmatimu.” Aamiin.

Ikuti Kami

7,369FansSuka
2,030PengikutMengikuti
448PengikutMengikuti
10,245PelangganBerlangganan