BeritaPangkep – Setelah sukses dihelat di Maluku, Gorontalo dan Banten, kali ini Social Justice Youth Camp (SJYC) diselenggarakan di provinsi Sulawesi Selatan. Sebanyak 25 pelajar SMA/SMK/MA/SMALB dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mulai pagi ini (Rabu, 15 Agustus 2018) menuju desa Kambuno, kabupaten Bulukumba yang terpilih menjadi tuan rumah SJYC Sulawesi Selatan.

Social Justice Youth Camp (SJYC) atau Kemah Generasi Muda untuk Keadilan Sosial merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Selama kegiatan ini berlangsung, anak-anak muda akan belajar di desa dan dibimbing langsung oleh fasilitator yang disediakan oleh ISJN.

Dalam penyelenggaraan SJYC di Sulawesi Selatan, ISJN menggandeng Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK),sebagai mitra lokal ISJN.

PerDIK kemudian ditugaskan untuk memilih lokasi SJYC Sulawesi Selatan dan mencari pelajar SMA/SMK/MA/SMALB yang kemudian akan terpilih menjadi 25 peserta SJYC Sulawesi Selatan.

Nur Syarif Ramadhan, Ketua Panitia SJYC Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa 25 peserta SJYC yang terpilih menjadi peserta berasal dari berbagai sekolah dari delapan kabupaten kota di Sulsel.

“Proses pemilihan siswa didasarkan pada aktifitas keseharian siswa yang dapat dilihat pada formulir pendaftaran yang mereka isi, serta tulisan Essay yang mereka buat, ” jelas Syarif.

Selain itu, masih menurut Syarif, untuk hari pertama SJYC Sulawesi Selatan, akan diawali dengan acara ramah-tamah dengan pemerintah daerah Kabupaten Bulukumba.

“Jadi setibanya di Bulukumba, peserta akan dijamu dulu di kantor Bupati. Akan ada sesi khusus dengan wakil bupati Bulukumba, ” lanjut Syarif.

Direktur PerDIK, Abd Rahman atau akrab dipanggil Gusdur mengungkapkan bahwa yang berbeda dari SJYC Sulsel ialah terjadinya proses yang inklusif dalam pembelajaran nantinya.

Ia menyampaikan bahwa ada empat peserta difabel yang ikut serta pada SJYC Sulsel. Ragam difabilitasnya pun bermacam-macam, ada peserta Tuli, Lowvision, Totaly Blind dan difabel kinetik (pengguna kursi roda.

Gusdur berharap, melalui SJYC Sulawesi Selatan 2018, para peserta akan memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman bagaimana berinteraksi dengan difabel. Sehingga berbagai macam label, cap miring terhadap difabel dapat diminimalisir khususnya dikalangan generasi muda.

SJYC Sulawesi Selatan akan berlangsung selama kurang lebih lima hari (15-19 Agustus 2018). Selajar belajar di di desa Kambuno, pada tanggal 18 Agustus 2018, para peserta akan melakukan kunjungan belajar di organisasi Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) cabang Bulukumba. Selanjutnya, rangkaian SJYC akan ditutup dengan rekreasi bersama di pantai Bira/Bara pada 19 Agustus 2018.

Berikut daftar 25 peserta SJYC Sulawesi Selatan:
1. Andi Ici Yanti (SMA Negeri 5 Bulukumba)
2. Firdaus Abdul Rahim (Yayasan Pesantren SMA Daturibandang Makassar)
3. Pasta bikul Khaerati (MA Al-Ikhwan Pasir Putih Sinjai)
4. Reskyta Amaliah (SMA Negeri 3 Makassar)
5. Maryam Iskandar (SMA Negeri 1 Takalar)
6. Lilis Andriani (SMK Negeri 7 Makassar)
7. Marhani Musmar (SMA Negeri 7 Wajo).
8. Hijriah Syafitri (SMA Negeri 7 Wajo)
9. Muthahara Yuliana (SMA Negeri 3 Gowa)
10. Nabila May Sweetha (SMA Negeri 11 Makassar)
11. Nurfadillah Sain (SMA Negeri 2 Makassar)
12. Nur Hikmah (SMA Negeri 1 Takalar)
13. Rahmawati (MA Darul Qalam Bulukumba)
14. Ridwan (SMA Negeri 13 Bulukumba)
15. Risma (MA Darul Qalam Bulukumba)
16. Sahlan Fahmi (SMA Negeri 3 Takalar)
17. Sandi (SLB Negeri 1 Bulukumba)
18. Saynul Fikri (SMK Syekh Muhammad Bantaeng)
19. Shinta Amalia Syam (SMA Negeri 1 Takalar)
20 Syavika Nawra (SMK Negeri 7 Makassar)
21. Yusni Rezki (SMA Negeri 1 Takalar)
22. Sulkifli (MA Al-Ikhwan Pasir Putih Sinjai)
23. Theresia Imelda (SMA Negeri 12 Makassar)
24. Wilda Izzatul Yazida (MA Darul Qalam Bulukumba)
25. Selviana Rusli (SLB Negeri Pembina).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.