Kejurprov Paralympic Sulsel Ditutup, NPC Cari Bibit Muda Berprestasi

BeritaPangkep, Makassar – Kejuraan Provinsi (Kejurprov) Nasional Paralympic Committee (NPC) Sulawesi Selatan ditutup secara sederhana di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Jalan Pajjaiyyang, Makassar, Sabtu, 30 Desember 2017.

Kompetisi atlet khusus penyandang disabilitas atau difabel yang berlangsung selama sehari ini diikuti oleh 135 orang dari 15 kontingen kabupaten/kota se Sulawesi Selatan yang hadir. Sementara cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan ada delapan, yakni atletik, tenis meja, bulu tangkis, catur, show down tunanetra, angkat berat, panahan dan renang.

Selain di GOR Sudiang, Panitia juga menggunakan Stadion Mattoang Gelora Andi Mattalatta sebagai venue cabor angkat berat dan renang.

Pertandingan yang berlangsung sehari ini, atlet NPC Kota Makassar sukses mempertahankan posisinya sebagai juara umum selama beberapa tahun ini. Kontingen ini menyabet 14 medali emas, 11 perak dan 5 perunggu.

Kemudian kabupaten Bantaeng berada di posisi kedua dengan perolehan 14 emas, 4 perak dan 8 perunggu. Di posisi ketiga bercokol kontingen Maros dengan perolehan 11 emas,  7 perak dan 6 perunggu

“Selamat kepada NPC Makssar yang menduduki juara umum dan tidak ada yang pecahkan rekornya. Bantaeng sukses mempertahankan posisinya dan di posisi ketiga, Maros yang berhasil menyalip Sinjai, ” kata Ketua NPC Sulsel Sonny Sandra dalam sambutannya saat menutup Kejurprov Sulsel di GOR Sudiang, Makassar.

Sonny juga berterima kasih kepada semua pengurus NPC dan para atlet difabel ini yang sudah bersusah payah untuk meramaikan ajang tahunan ini.

“Tadinya saya prediksi hanya 11 kabupaten/kota yang mengikuti. Tapi, alhamdulllah mencapai 15 kabupaten/kota. Kemudian atlet yang tadinya saya prediksi hanya sekitar 120-an ternyata naik sampai 135 atlet. Ini saya mengapresiasi teman-teman di daerah, dengan keterbatasannya tetap menghadiri acara ini, ” kata dia yang juga ketua panita penyelenggaran kompetisi ini.

Dia berharap kepada semua NPC kabupaten/kota se Sulsel agar berpikir untuk merebut prestasi di tingkat nasional, bukan lagi tingkat lokal. Karena, kata dia, hal itu membuat pembinaan atlet paralympic tidak maju-maju. “Karena itu diharapkan kepada NPC kabupaten/kota untuk mencari bibit-bibit muda untuk bisa berprestasi hingga ajang nasional, ” ujarnya.

Sebelumnya dirinya menjelaskan bila Kejurprov NPC ini menjadi ajang pemanasan jelang pelaksanaan Pekan Paralympic Provinsi di Kabupaten Pinrang 2018. Selain itu sebagai ajang pemantauan dalam melihat sejauh mana prestasi atlet dari kabupaten/kota.

 

Atlet peraih medali emas, perunggu dan perak pastilah mendapat prioritas untuk bertanding di Pepaprov di Pinrang. Karena itu, Sonny mengimbau kepada atlet yang tidak berprestasi untuk tidak ikut ke Papaprov di Pinrang nanti.

Sementara Official NPC Makassar, Alam Raya mengatakan pencapaian anak didiknya mempertahankan posisi juara umum itu berkat usaha dan latihan keras serta kedisiplinan. “Saya berbangga kepada atlet-atlet saya karena mampu memberi prestasi gemilang untuk Makassar. ” ujar Alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.