Kekerasan di Rutan Pangkep, Uppi : saya dipukul, ditendang sampai bibir robek

Diposting pada 680 views

Uppi salah seorang napi Rutan Pangkep

BeritaPangkep – Bantahan Kepala Rutan Pangkajene, Maulana Lutfianto atas tindakan kekerasan terhadap tahanan ditampik para napi. Disela kunjungan Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana, Minggu 1 Januari 2017, para napi mengisahkan kekerasan yang mereka alami.
Uppi, salah seorang napi mengaku sering mendapat kekerasan berupa pukulan dan tendangan dari Maulana. Bahkan, ia pernah dipukul hingga muntah dan bibir bagan atasnya robek akibat penganiayaan sang Ka Rutan.

“Dipukul, ditendang dan diguling dilapangan. Sering juga saya diajak duel sama dia (Maulana),” tutur Uppi.

“Ini bibirnya pernah robek gara-gara dipukul sama karutan,” kata napi lain sambil menunjuk bagian bibir Uppi.

Napi lain, Nur Husain mengatakan, perlakuan Maulana selama kepada napi sangat tidak manusiawi. Husain menambahkan, jika hubungan napi dengan petugas sipir lain baik-baik saja.

“Kalau sama sipir lain baik-baik saja, sipir lain perlakukan kami baik. Persoalan kami hanya sama Ka Rutan saja,” terang Husain.

“Tidak manusiawi, kami diperlakukan seperti bukan manusia. Kami disini untuk dibina bukan diperlakukan seperti binatang,” ujarnya.

Tuntutan para napi saat ini adalah agar Ka Rutan segera diganti. Nasir Dg Tobo mengungkapkan, sikap yang ditunjukkan Maulana sangat arogan.

“Dia terlalu arogan. Setiap sabtu kita dikumpulkan tidak kenal orang sakit atau atau orang tua. Tidak peduli hujan kami digulung di lapangan. Saat ini tuntutan kami hanya satu, dia harus dicopot dari rutan pangkep,” tegas Dg Tobo.