Keluarga berharap Zaenal Abidin segera kembali ke Pangkep

0
99
Keluarga Zaenal Abdini, TKI asal Pangkep yang mendapat pembebasan bersyarat adri vonis mati di Malaysia

BeritaPangkep – Mata Mading (73 tahun) berkaca-kaca, mulutnya tertutup terkunci setipa kali ditanya perihal anak sulungnya, Zaenal Abidin (45 tahun) yang divonis mati di negeri jiran, Malaysia. Matanya yang tak lagi jernih memandang kosong seolah mengabarkan kerinduan nan dalam terhadap sang anak yang lebih 20 tahun tak dilihatnya itu.

“Selalu begitu bapak kalau ditanya tentang Zaenal, menangisji. Tidak bisa bicara, rindu sekali itu,” ucap Sulhayati, adik Zaenal kepada Berita Pangkep dirumahnya, Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang, Pangkep.

Sejak 1996, sejak Zaenal kena kasus pembunuhan dan akhirnya divonis mati di Malaysia, Mading menjadi sedih. Tak ada daya sebagai bepak untuk berdiri membela buah hatinya yang terkena masalah. Jarak Pangkep dan Malaysia terlalu jauh, belum lagi ongkos dan kekuatan Mading yang hanya seorang petani. Ia pasrah.

Hingga bulan lalu, kabar dari Zaenal melalui sambungan telepon bahwa ia mendapat pembebasan bersyarat dari hukuman mati. Keluarga sempat senang. Namun mendengar bahwa Zaenal masih mendekam dalam penjara dan masih butuh pengurusan dan lobi-lobi tingkat tinggi untuk pembebasan dan pemulangannya, membuat keluarga kembali putar otak.

“Dia (Zaenal) kasi nomor Konjen (Konsulat Jenderal RI untuk Malaysia) untuk diuruskan pemulangannya. Tapi kalau saya yang menelepon mungkin tidak akan ditanggapi. Makanya saya hubungi Pak Bupati, alhamdulilah, surat permohonan saya ditanda tangani dan diteruskan ke Pak Gubernur,” kata Sulhayati.

“Kita berharap dia segera pulang. Bapak saya bilang kalau dia sudah pulang, cari kerja saja disini jangan pergi jauh-jauh lagi,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Fitriana yang datang menemui keluarga Zaenal mengatakan, pihaknya akan meminta Kementeria Luar Negeri untuk segera menfasilitasi pembebasan Zaenal dari penjara.

“Prioritas kita adalah pembebasannya dulu. Ini yang akan kita minta Kemenlu melalui konjen RI di Malaysia untuk mengurus pembebasannya. Pembebasan dulu baru kita bicara pemulangannya,” kata Fitriana usai bertemu keluarga Zaenal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here