Pidi Baiq

 

Demam Dilan 1990 menyeruak, Setiap kali melototi layar beranda medsos mulai dari status FB, twiter sampai status WA yang setiap kali berubah tak jauh dari “Yang berat itu bukan “anu” tapi anu”. Penggalan dialog dalam novel Dilan yang difilemkan dan penontonnya masih rela berjubel keringatan antri. Meski berlatar tahun 1990, namun penontonnya mayoritas remaja jaman now. Habis nonton yang cowok cari cewek yang seperit Milea dan yang cewek berharap dapat Dilan dijalan pulang.

Dibalik Dilan 1990 ada penulis hebat, Pidi Baiq. Siapa Pidi Baiq? Di wikipedia tertulis singkat, “Pidi Baiq adalah seniman multitalenta asal Indonesia. Dia adalah penulis novel dan buku, dosen, ilustrator, komikus, musisi dan pencipta lagu. Namanya mulai dikenal melalui grup band The Panas Dalam yang didirikan tahun 1995. Lahir: 8 Agustus 1972 (45 tahun), Bandung, Pasangan: Rosi, Pendidikan: Institut Teknologi Bandung Anak: Timur Langit Hali, Bebe Bibe Utara.

Dalam sebuah sesi diskusi saat memperkenalkan diri diajawab Pidi, “Saya ini imigran dari sorga yang diselundupkan oleh ayahku di kamar pengantin, ayah saya tidak bekerja sendirian. Ia bersama ibuku. Bahkan ibu membantu menyembunyikan selundupan itu,” ucapnya.

Bukan hanya Novel Dilan, Pidi sudah emnulis sedikitnya 12 novel remaja diantaranya, Drunken Monster, Drunken Molen: Kumpulan Kisah Tidak Teladan, Drunken Mama: Keluarga Besar Kisah-kisah Non Teladan, Drunken Marmut: Ikatan Perkumpulan Cerita Teladan, Hanya Salju dan Pisau Batu, Al-Asbun Manfaatulngawur, S.P.B.U: Dongeng Sebelum Bangun, at-Twitter: Google Menjawab Semuanya Pidi Baiq Menjawab Semaunya, Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990, Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991, Milea. Suara dari Dilan dan Asbunayah.

Oleh penerbit Mizan, ia menjadi penulis novel remaja paling populer. Ia mengaku bangga terlahir sebagai anak nakal, bahkan sempat punya geng motor. Selain mengaku sebagai Imam besar The Panasdalam yang dulunya Negara Kesatuan Republik The Panasdalam, pidi juga mengaku sebagai seorang musisi dan pencipta lagu, ia juga seorang penulis, ilustrator, pengajar dan komikus.

Sampai sekarang saya masih nunggu buku surayah drunken memory, yang dijanjiin dari tahun lalu tapi nggak jadi-jadi. Semua profile surayah disini kebanyakan diambil dari buku-bukunya juga dari twitter dan blog-blognya. bisa cek disini atau disini.

Kepada Merdeka, Lalu bagaimana penulisan novel Dilan bermula? Menurut lelaki kelahiran Bandung 8 Agustus 1972 ini, proses penulisan Dilan terjadi ketika suatu waktu dia hendak meninggalkan Rusia beberapa tahun lalu. Dalam hati Pidi, dia mengaku kagum akan keindahan Kota Rusia. Namun kekagumannya melebihi keterikatan dia dengan kota kelahirannya, Bandung.

Di kota berjuluk Paris van Java inilah banyak kisah dan hal dialami oleh Pidi Baiq. Dalam paragraf pertama novelnya ‘Dilan’, Bandung menjadi pembuka dalam tulisannya.

“Seindah-indahnya negeri Rusia dan sebecek-beceknya Bandung, tetap lebih indah Bandung. Karena di sana aku melahirkan rasa,” ujarnya sambil tertawa.

Pidi Baiq sama sekali tak menduga novel Dilan akan seheboh sekarang ini. Jangankan mengingat karyanya akan laris-manis, untuk memikirkan karyanya bakal menambah khazanah sastra Indonesia pun tak terlintas dari pikiran ayah dua orang anak ini. Meski novel Dilan sangat digandrungi kawula muda bahkan orang dewasa sekalipun, Pidi mengaku hanya menulis untuk kesenangannya semata.

“Saya tidak pernah berpikir apakah ini laku atau best seller atau bakal menambah khazanah sastra Indonesia. Tidak sama sekali, saya hanya menulis untuk kesenangan,” katanya.

Malam pun semakin larut dan perbincangan semakin hangat. Sampailah Pidi sedikit membuka rahasia dibalik cerita novel Dilan yang berlatar tahun 1990 an. Dia mengaku cerita novel Dilan adalah kisah hidup dan percintaan remaja kala itu yang identik dengan dunia remaja dan geng motor. “Mungkin iya yah,” tutup Pidi. Tak lama dia pun kemudian pamit untuk masuk ke dalam bilik menjadi ruangannya di markas XTC. “Saya pamit yah, mau lanjut nulis dulu,”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.