28 C
Pangkajene
Rabu, Januari 20, 2021

KPK Tetapkan 7 Tersangka Kasus OTT Edhy Prabowo

JAKARTA, BeritaPangkep – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penetapan ekspor benih lobster atau benur. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Nawawi Pomolango dalam kongfrensi pers di gedung KPK Jakarta, Kamis, (26/11/2020).

Selain Edhy Prabowo, KPK juga menetapkan enam orang lain sebagai tersangka dari hasil Operasi Tangkap Tangan Rabu dinihari (25/11/2020). Keenam orang tersebut yaitu
1. SAF (Safri) Staf Khusus Menteri KKP
2. APM; (Andreu Pribadi Misata), staf khusus Menteri juga selaku Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence)
3. SWD; (Siswadi) pengurus PT Aero Citra Kargo
4. AF; (Ainul Faqih), staf istri Menteri KKP
5. AM (Amril Mukminin), Sespri Menteri KKP
6. SJT (Suharjito) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa

Nawawi mengungkapkan, uang suap yang diterima Edhy Prabowo hingga Rp 3,4 miliar digunakan untuk berbelanja barang-barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat.

“Selanjutnya pada 5 November 2020, diduga terdapat transfer dari rekening ABT (Ahmad Bahtiar) ke rekening di salah satu bank atas nama AF (Ainul Fiqih) sebesar Rp 3,4 miliar yang diperuntukkan bagi keperluan EP (Edhy Prabowo), IRW (Iis Rosyati Dewi), SAF (Safri) dan APM (Andreu Pribadi Misata) antara lain dipergunakan untuk belanja barang mewah oleh EP dan IRW di Honolulu AS,” kata Nawawi.

Belanja tersebut dilakukan pada 21 sampai dengan 23 November 2020.

“Sejumlah sekitar Rp 750 juta di antaranya berupa jam tangan rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy,” kata Nawawi.

Di samping itu pada Mei 2020, Edhy juga diduga telah menerima uang sebesar US$ 100 ribu dari Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito melalui Safri dan Amril Mukminin

Selain itu SAF dan APM pada sekitar bulan Agustus 2020 menerima uang dengan total sebesar Rp436 juta dari AF.

Enam tersangka penerima disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dalam konferensi pers tersebut juga ditunjukkan sepeda yang belum dirakit, sepatu, tas, jam tangan sebagai barang bukti pembelian barang dari hasil suap.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, Edhy meminta maaf kepada keluarga dan masyarakat atas perbuatannya tersebut. “Saya akan bertanggung jawab penuh saya akan hadapi dengan jiwa besar,” ujar dia.

Ikuti Kami

7,369FansSuka
3,210PengikutMengikuti
458PengikutMengikuti
10,245PelangganBerlangganan

BERITA TERBARU