BeritaPangkep – Kondisi Pangkep yang saat ini dikatakan sebagai daerah termiskin di Sul-sel memang menimbulkan pro dan kontra pada sebahagian masyarakat tak terkecuali tentunya pemerintah daerah mengingat pertumbuhan ekonomi di Pangkep cukup tinggi di banding daerah lain dan wilayah kepulauan dianggap memiliki kontribusi besar terhadap predikat ini.

Predikat Miskin yang erat kaitannya dengan kondisi masyarakat khususnya di wilayah Kepulauan mendorong Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Pangkep menggelar Seminar Desa yang bertajuk Kesehatan Reproduksi, Gizi dan Kemiskinan yang berwajah perempuan yang dilaksanakan di Gedung Bulu Tangkis Pulau Podang-Podang Desa Mattiro Dolangeng Kecamatan Liukang Tupabbirng, Rabu 21 Maret 2018.

Peserta seminar ini turut dihadiri oleh sejumlah stakeholders desa seperti kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok perempuan perwakilan dusun, bidan poskedses dan tokoh pendidikan.

Menurut Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Pangkep Sri Hajati Fachrul dalam sambutannya saat ini peran para pihak termasuk organisasi perempuan seperti Aisyiyah untuk menurunkan angka kemiskinan ini dengan memberikan edukasi kepada masyarakat

“Saat ini tantangan pembangunan kita salahsatu acuannya adalah mempercepat upaya mewujudkan agenda pembangunan berkelanjutan atau yang lebih dikenal dengan SDGs yang salah satu goalnya adalah mengakhiri kemiskinan, kesehatan dan kesetaraan gender. Dilain pihak juga ini berkorelasi pula dengan program Desa Mandiri yang digalakkan oleh pemerintah daerah, maka menjawab tantangannya ini kami yang disuport oleh Lembaga Amal Zakat Muhammadiyah LazisMU mengembangkan program hingga wilayah kepulauan,” ujar Sri hajati.

Bappeda Pangkep, Djadjang Andi Abbas

“Hal ini tentu erat kaitannya dengan tantangan kepulauan yang jauh lebih kompleks disbanding daratan termasuk terbatasnya pemenuhan akses layanan kesehatan yang menyangkut kondisi ekonomi, kespro dan gizi keluarga yang belum optimal,“ lanjut Sri.

Sementara itu, Badan Perencanaan Daerah yang hadir mengungkapkan bahwa saat ini Pangkep memang dianggap sebagai daerah termiskin di Sulsel namun kontras dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi disbanding daerah lainnya.

“Pangkep sebagaimana data BPS dianggap sebagai daerah termiskin dan wilayah kepulauan dianggap memiliki kontribusi besar dengan predikat ini, meski sesungguhnya jika di kalkulasi dan fakta dilapangan masalah miskin ini tidak bisa digeneralisasi” Tutur Jajang.

“Indikator miskin ini sendiri sebagaimana dipaparkan oleh BPS meliputi tingkat asupan gizi atau makanan sehari-hari, pekerjaan dan termasuk soal pemberdayaan perempuan dalam mengakses pekerjaan untuk menambah keuangan keluarga, sehingga tulang punggung keluarga tidak hanya di bebankan pada seorang suami, maka solusi yang ditawarkan tentu bagaimana menyusun program khususnya di desa melalui anggaran desanya mampu mendorong upaya pemberdayaan ini melalui sejumlah kegiatan yang produktif,” ujar Jajang.

 

Seminar Desa yang bertajuk Kesehatan Reproduksi, Gizi dan Kemiskinan yang berwajah perempuan Rabu 21 03 2018.

Sementara itu Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Kepala Puskesmas Liukang Tupabbiring melihat bahwa perkara kemiskinan yang berwajah perempuan juga tidak bisa dilepaskan dari sisi akses layanan kesehatan khususnya lagi layanan kesehatan reproduksi dan gizi seimbang untuk keluarga.

“Kemiskinan berwajah perempuan ini bisa dilihat dari kemampuan suatu keluarga apalagi ibu memenuhi gizi seimbang, banyaknya anggota keluarga terlebih anak yang tidak memiliki cakupan gizi yang baik akan berdampak pada tumbuh kembang anak yang tidak optimal,” ungkap Ishaq.

“Selain gizi, ketidakmampuan masyarakat khususnya perempuan dalam akses layanan kesehatan reproduksi juga membutuhkan keterlibatan pihak untuk pemenuhannya hal ini dapat dilihat pemahaman bagaimana menjaga kehamilan, memberi ASI Ekslusif untuk bayi serta upaya mengatur jarak kelahiran melalui program keluarga berencana dan edukasi penggunaan alkon yang sesuai kondisi tubuh juga yang belum menjadi perhatian bagi kaum perempuan di desa dan berdampak ancaman kesehatan bagi kaum perempuan termasuk ancaman terkena kanker leher Rahim dan kanker payudara yang mematikan” tutup Ishaq. (CJ: Sahriah Halim)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.