oleh

Menuju modernisasi pengadaan, BLPBJ Pangkep gelar pelatihan SPSE 4.2

BeritaPangkep – Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Setda Pemerintah Kabupaten Pangkep menggelar pelatihan aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) versi 4.2 untuk pegawai LPSE dan pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP). Aplikasi SPSE versi 4.2 ini merupakan aplikasi pengadaan elektronik terbaru yang menggantikan versi 3.6.

Pemateri pelatihan ini didatangkan langsung dari tim trainer Lembaga Kebijakan Pengadaan barang jasa Pemerintah (LKPP), Muhammad Syaindy.

Dalam Aplikasi SPSE Versi 4.2 terdapat beberapa fitur baru diantaranya, Integrasi pembuatan paket dengan aplikasi SIRUP yaitu pembuatan paket yang sudah terasosiasi dengan e–RUP, dokumen lelang dibuat secara elektronik melalui aplikasi SPSE, syarat penawaran sudah tersedia (terperinci) pada aplikasi dan Standar Dokumen Pengadaan elektronik yaitu pemasukan/pembukaan dokumen penawaran, proses enkripsi (deskripsi file penawaran) dilakukan oleh system, penawaran dikirim dengan mengisi form atau upload dokumen melalui APENDO versi 5 dan harga penawaran peserta akan tampil otomatis di aplikasi.

Menurut Kepala BLPBJ, Burhanuddin Amrullah, pelatihan ini digelar sebagai komitmennya mewujudkan modernisasi pengadaan dilingkup Pemkab Pangkep. Ia berharap kedepannya, dengan penguasaan SPSE versi 4.2, seluruh proses tender pengadaan di Pangkep bisa berjalan dengan baik.

“Pelatihan ini bentuk komitmen dan kesiapan kami dalam memberikan pelayanan dalam proses pengadaan yang lebih mudah dan terpercaya,” kata Burhanuddin, Jumat 16 Maret 2018.

Peserta pelatihan SPSE versi 4.2

Muhammad Syaindy dalam materinya mengatakan, tujuan dilakukannya sosialisasi dan pelatihan ini, agar para pengguna/user SPSE dapat memahami dalam menggunakan aplikasi SPSE versi 4, pada saat proses pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.

“Di versi empat ini aplikasinya lebih user friendly. Selain itu juga lebih transparan, baik informasi penawaran penyediaannya, siapa pemenangnya, maupun tahap evaluasinya,” ucapnya.

Selain itu, kelebihan lainnya, aplikasi ini bisa untuk semua lelang termasuk untuk lelang cepat. Dimana jika pada lelang umum harus melewati 12 tahapan atau lebih dan membutuhkan waktu 21 hari, di lelang cepat bisa selesai hanya dalam waktu 3-5 hari. Dari sisi kelebihan aplikasi diantaranya, lebih mudah login maupun penggunaannya, lebih memudahkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan penyedia, karena segala dokumen terkait sudah disiapkan secara aplikasi.

Sehingga Pokja tinggal menginput saja. Dari sisi lainnya, lewat aplikasi ini juga bisa menyaring para penyedia barang ataupun jasa yang telah lolos kualifikasi, sehingga kualitasnya bisa dipertanggungjawabkan.

Komentar

Disarankan Untuk Anda