Namanya Rizal Idris, anak penjual roti yang jadi kades Mattiro Matae

Diposting pada 271 views

BeritaPangkep – Terlahir dari keluarga sederhana, Rizal Idris, 32 tahun kini menjadi Kepala Desa Mattiro Matae. Kemenangannya di pilkades di tanah kelahirannya di Pulau Gondong Bali itu bukan tak disangka, melihat “kerja-kerja politiknya” jauh sebelum pilkades, semua akan berkata wajar ia terpilih.

Jauh sebelum pilkades, Rizal sudah sering mondar mandir kantor catatan sipil untuk menguruskan Kartu Keluarga ata KTP warga Pulau Gondong Bali. Kerap kali juga ia harus ke RSUD Pangkep mengurus administrasi warga pulau yang dirujuk ke RSUD. Semua dilakukannya seperti rutinitas saja, sekali lagi jauh sebelum tahapan pilkades.

Kades Mattiro Matae, Rizal Idris
Kades Mattiro Matae, Rizal Idris

Ditemui usai pilkades, Rizal kini dipanggil Pak Desa mengatakan soal urus mengurus KTP, KK atau adminsitrasi dilakukannya tak lain karena ia juga lahir dari bawah, miskin. Rizal menjalani masa kecil dengan keringat ibunya, bapaknya, Muhammad Idris sudah lebih dulu dipanggil Yang Maha Kuasa. Mata kecilnya yang bulat melihat ibunya seorang diri mengaduk adonan roti untuk di jual. Ia besar dan sekolah hingga sarjana dari jualan roti mamanya.

“Dia perempuan kuat, membesarkan kami delapan orang bersaudara dari jual roti. Saya dengan tiga saudara saya yang lain sarjana dari keringat mama, masih ada tiga orang sekarang yang sudah SMA,” ucapnya.

Menghadapi pilkades, ia sempat ragu. Alumni Sekolah TInggi Agama Islam DDI ini meminta pendapat istrinya yang juga ragu. “Mamanya Alya bilang mari berdoa saja, minta yang terbaik sama Allah. Kalaupun kamu kalah, berarti itulah yang terbaik,” imbuhnya.

Berpolitik dizaman sekarang, visi misi diatas kertas kadang menjadi pelengkap saja, pemilih menunggu uang. Pemilih bukan menanyakan siapa dan apa, mereka bertanya :berapa? Tapi hal itu tidak berlaku di Pulau Gondong Bali. Dihari-hari jelang H pencoblosan saat calon lain mulai merayu pemilih, ia menyaksikan perempuan-perempuan pulau dengan sarung tanpa alas kaki berdatangan menentenng beragam makanan kerumahnya. “Saya dilarang keluar rumah, disuruh tenang. Mereka bilang makanan minuman itu persiapan syukuran kemenangan saya, padahal pencoblosan saja belum,” ujarnya.

“Orang-orang yang bawa makan itu samaji saya, miskin juga. Tapi mereka menolak uang dari calon lain. Katanya kalau orang susah bersatu pasti menang,” kata Rizal.
Benar, rakyat bersatu tak bisa dikalahkan. Hari pencoblosan tiba dan hasilnya lelaki berkulit gelap dengan tinggi badan pas-pasan ini terpilih. Tak ada letusan kembang api, petasan atau tawa riang pendukung. Masyarakat larut dalam tangis haru, antara percaya dengan tidak anak lelaki tanpa ayah dan ibu penjual roti yang berapa tahun lalu berlari-lari dipinggir pantai telanjang dada tak beralas kaki itu kini menjadi kepala desa mereka.

Harapan rakyat kini bergelayut dipundaknya. Tanggung jawabnya kini bukan sekadar mengurus KTP dan KK saja, tapi mewujudkan masyarakat Desa Mttiro matae menjadi lebih baik. Babak baru hidup masyarakat baru saja dimulai, selamat bekerja.

Kades Mattiro Matae, Rizal Idris
Kades Mattiro Matae, Rizal Idris

Biodata :
Nama :Rizal Idris
Tempat tanggal lahir :Pulau Gondong Bali 19 juli 1984
Istri : Syamsinar S Pdi
Anak Alya Mukhbita Rizal
Bapak : Muhammad Idris (alm)
Ibu : Siti Nadri
saudara : 8 Delapan orang