Pemkab Pangkep Imbau LSM Terdaftar di Kesbangpol

PANGKAJENE, BP — Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik mengimbau kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berkegiatan di Pangkep menyampaikan kepihak Kebangpol. Hal ini Disampaikan Kepala Kesbangpol Pangkep, H Paharuddin kepada wartawan.

Imbauan ini disampaikan Paharuddin terkait informasi maraknya oknum yang mengatasnamakan LSM yang turun ke desa. Ia mengaku menerima sejumlah aduan dari kepala desa terkait hal itu. Menurutnya, dari pengakuan para kades, tak jarang oknum LSM memeriksa penggunaan keuangan atau kegiatan desa.

“Kami dari Kesbangpol Pangkep imbau kepada kades maupun kepala sekolah untuk selektif menerima LSM,” ucapnya, Kamis (5/12/2019).

“Jangan gampang memberikan dokumen kepada siapapun. Karena itu bisa saja disalahgunakan dan merugikan kades sendiri,” lanjutnya.

Paharuddin mengatakan, kades wilayah pulau kerap menjadi sasaran oknum LSM seperti itu. Padahal menurutnya, di Pangkep sendiri tak banyak LSM yang terdaftar. Sementara untuk LSM atau ormas yang kantor pusatnya di Jakarta, tetap harus melaporkan diri jika ingin berkegiatan di Pangkep.

“LSM di Pangkep ini hanya 15 yang terdaftar. Kalaupun ada LSM yang berasal dari luar itu juga tak melapor sebelum berkegiatan,” pungkasnya.

Salah seorang kades wilayah pulau yang enggan disebut namanya membenarkan hal itu. Ia mengatakan, bukan hanya mendatangi kantor desa di pulau, tak jarang oknum seperti itu juga mendatangi kediaman pribadi para kades.

“Kami juga meminta Kesbangpol untuk bertindak menertibkan oknum LSM seperti itu,” pungkasnya.