oleh

Pengakuan dua gadis yang ikut ditangkap bersama pengedar sabu 253 gram

BeritaPangkep – Berhati-hatilah berteman dengan orang yang baru anda kenal. Apalagi sampai mengajaknya ke rumah, bisa saja dia pelaku kejahatan yang bisa menjebak anda.

Mungkin seperti itulah yang dirasakan dua gadis manis warga Kabupaten Luwu Utara, Endang (28 tahun) dan Roslia (17 tahun) yang ikut ditangkap dalam penangkapan, Amri Daeng Ngawing seorang pengedar narkoba. Sehari-hari, Endang bekerja sebagai SPG dan Roslia bekerja sebagai penjaga toko.

Amri ditangkap di kamar indekos kedua gadis ini. Saat penggeledahan, ditemukan barang bukti sabu seberat 250 gram dalam lima paket masing-masing seberat 50 gram dari tangan Amri.

Kepada wartawan, Roslia mengaku baru mengenal Amri dua pekan terakhir. Kedatangan Amri malam itu, kata Roslia untuk membawakan makanan. Namun belum lama Amri dalam kamar polisi datang dan menangkapnya. Karena mencoba melawan Amri dilumpuhkan dengan satu tembakan dibetisnya.

“Saya baru kenal dia dua minggu, tidak kutahu juga kalau dia bawa sabu,” ujarnya lirih.

Selain kedua gadis ini seroang pemuda, Ruslan (34 tahun) juga bernasib sama. Dia juga diamankan rumahnya saat bersam salah seorang pengedar, Muhammad Sardiki yang juga jaringan Amri.

Dalam penangkan ini, polisi menetapkan tiga tersangka pengedar, Tajuddin (27 tahun) ditangkap di Kalibone Pangkep, Muhammad Sardiki ditangkap di Maros dan Amri ditangkap di indokos Jalan Korban 40 ribu Kota Makassar.

Menurut Kapolres Pangkep, AKBP Bambang Wijanarko ketiganya belum ditetapkan sebagai tersangka mengingat belum ditemukan perannya dalam jaringan peredaran sabu ratusan kilogram ini. Dalam konferensi pers, polisi melepas baju tahanan yang sempat digunakan ketiganya.

“Dalam pemeriksaan sementara belum bisa ditetapkan tersangka. Tapi kami masih mendalami mereka, termasuk pemeriksaan tes urine dan tes darah apakah mereka bisa dijerat sebagai pemakai,” ucap Bambang.

Komentar

Disarankan Untuk Anda