Perluas areal tanam jagung, Gempita Sulsel gelar workshop mikroba

Diposting pada 155 views
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman bersama Pengurus Gempita Sulsel

BeritaPangkep, MAKASSAR – Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Korwil Sulawesi Selatan akan menyelenggarakan Workshop Teknik Pembuatan Mikroba untuk Jagungkan Lahan Tidur di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Senin 1 Mei 2017.

Asrul Herman Korwil Gempita Sulsel dalam rilisnya menyampaikan tujuan penyelenggaraan Workshop ini  yakni untuk mengoptimalkan pemanfaatan mikroba di Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan  dalam upaya peningkatan produktifitas pertanian khususnya program jagungkan lahan tidur sekaligus peningkatan produktifitas pangan.

Workshop yang menghadirkan Narasumber DR. Anton Muhibuddin  yang juga merupakan Presiden Core to Core Program (CCP) Wilayah Indonesia.

Asrul mengatakan Workshop ini juga sebagai apresiasi bagi  keberlanjutan generasi pertanian yang menjadi tumpuan modernisasi pertanian yang dicanangkan oleh Menteri A.amran Sulaiman.

“Ilmuwan Core to Core Program (CCP) di seluruh dunia yang jumlahnya berkisar 200 orang.  Mereka terdiri dari  berbagai perguruan tinggi terkemuka di Asia dan Eropa seperti University of Manchester, Beuth University Jerman, Kasetsart University, Okayama University, Kyushu University, Yamaguchi University, Ritsumeiken University, termasuk Universitas Gadjah Mada,Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan  Universitas Brawijaya”.

Diharapkan, pemanfaatan produk penelitian yang dihasilkan Core to Core Program (CCP) dapat diimplementasikan dalam program jagungkan lahan tidur. Sebab program Jagungkan Lahan tidur Gempita yang mengharuskan Perluasan Areal tanam mayoritas  dilahan sub-optimal tentu mesti ditangani secara cepat dan tepat. “Pemanfaatan mikroba sebagai agen hayati akan  sangat membantu mengatasi  fenomena tersebut.” ujar Asrul

Dia juga menyampaikan bahwa produk teknologi yang dihasilkan ilmuwan sudah seharusnya dapat diimplementasikan guna mendukung keberlanjutan Swasembada Pangan di Indonesia.

Pelatihan ini diharapkan membekali Generasi Muda untuk mengatasi permasalahan pertanian melalui optimasi pemanfaatan mikroba (agen Hayati) yang bahan bakunya banyak  tersedia disekitar kita.

Penyelenggaraan workshop Gempita bertujuan untuk meningkatkan skill Generasi muda dalam rangka menarik minatnya  ke sektor pertanian sebagai peluang kerja menjanjikan.

Dengan bekal skill yang mencukupi, kata dia, diharapkan akan lebih mudah menghadapi tantangan dan mampu berkreasi menciptakan lapangan pekerjaan terutama yang berhubungan dengan dunia pertanian.