Soal pembubaran, HTI Pangkep : rezim saat ini represif, pendekatannya anti Islam

Diposting pada 622 views
Hizbut Tahrir (google)

BeritaPangkep – Terkait keputusan pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan tentang rencana pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dipertanyakan oleh Ketua HTI Kabupaten Pangkep, Ustad Nasrun.

Dengan tegas, ia menyebutkan keputusan pembubaran HTI adalah sikap buru-buru pemerintah yang represif dan anti Islam. Seharusnya, kata Nasrun, pengumuman pembubaran organisasi yang getol memperjuangkan negara khilafah ini melalui proses hukum yang adil.

“Harusnya melalui mekanisme pengadilan dulu baru dibubarkan. Kita mempertanyakan hal itu (pembubaran). Itu menunjukkan rezim ini sangat represif, pendekatannya anti islam. Apa yang salah dengan kami, kami berdakwah saja,” kata Nasrun saat dihubungi BeritaPangkep.com.

Ia menambahkan selama belum ada keputusan pengadilan tentang pembubaran, organisasi HTI Kabupaten Pangkep akan tetap berdakwah dan mengkampanyekan khilafah sebagai upaya penegakan Islam secara total.

“Selama belum ada pembekuan, kita akan (terus) berdakwah. Dakwah itu kan hak azasi setiap manusia. Ya sekalipun HTI bubar dakwah tetap jalan. HTI itukan mengedukasi, mengedukasi agar menegakkan Islam secara totalitas,” tegasnya.

“Soal tudingan anti pancasila, coba sebutkan saja sila berapa yang kami langgar? Tidak ada pelarangan. Sebab upaya menegakkan negara khilafah adalah upaya menegakkan Islam secara murni. Karena siapapun presidennya kita menawarkan konsep khilafah,” lanjutnya.

Di Pangkep sendiri, jumlah anggota HTI menurut ustad Nasrun mencapai 300 orang berdasarkan penyebaran selebaran jumat terbitan HTI. “Sekitar 300 orang ikhwan dan akhwat,” ujarnya.