Urus izin keramaian, warga Pangkep dipungli di DPM-PTSP

Diposting pada 339 views
pungli

 

BeritaPangkep – Seorang warga menjadi korban pungli seorang oknium Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep. Melalui akun facebooknya, Rustam alias Uthe mengaku telah dimintai pembayaran izin keramaian sebesar Rp350 ribu. Padahal dalam Peraturan Bupati nomo 13 tahun 2015, perizinan jenis ini sudah digratiskan.

Kejadian ini berawal pada 14 Februari 2017 pagi , pihak DPM-PTSP Pangkep datang ke lokasi kantor perusahaan untuk melakukan survey oknum. Sore harinya oknum berinisial S menghubungi melalui Handphone dan menyatakan bahwa Surat izin Gangguannya sudah selesai, dan kemudian menanyakan lokasi IZ untuk di antarkan. Namun saat itu IZ sedang diluar rumah, maka disepakatilah pertemuan di Kantor KPT.  Namun setiba di KPT, oknum telah menanti di lokasi parkir serta menyerahkan Map berisi surat izin, dan menyatakan administrasi sebesar Rp. 350.000.

Karena tidak mengetahui seluk beluk perizinan, IZ segera membayar kemudian menemui Rustam. Pada saat membuka berkas, dan dibagian kiri bawah terlihat Perda Nomor 13 tahun 2015 maka Rustam mengupload foto tersebut guna mempertanyakan perihal Perda Tersebut. Sontak status ini mendapat tanggapan beragam dari netizen.

Akun Saharuddin Hafid mengomentari dengan pernyataan “usut tuntas pungli, demo”. Sementara Akun Yusri Anwar menyatakan bahwa Ia melakukan pengurusan berkas yang sama namun tanpa biaya alias gratis.

Menanggapi hal ini Kepala DPM-PTSP Kabupaten Pangkep, Kusmawati mengakui adanya pungli. Kusmawati mengatakan telah mengkonfirmasi kepada oknum yang dimaksud atas pungli pengurusan izin keramaian ini.

Kusmawati mengakui kejadian ini sebagai kejadian yang memalukan. Ia mengaku sudah melaporkan kepada Wakil Bupati Pangkep agar oknum beserta kabidnya dijatuhi sanksi.

“Saya sudah lapor ke pimpinan, saya maunya (Kabidnya) sih ganti saja. Malu dong kita sama masyarakat. Yang bersangkutan (oknum S) juga sudah dipindahkan ke bidang lain,” pungkasnya saat ditemui di ruang kerjanya.