Bisakah Orang Arab Saudi Menunaikan Haji Setiap Tahun? Ini Penjelasannya
Jakarta, PANGKEP NEWS – Meskipun tinggal di Arab Saudi, warganya tidak memiliki kebebasan untuk berhaji kapan saja. Walaupun berada di satu negara yang menjadi lokasi ibadah haji, pemerintah Saudi justru menetapkan sejumlah aturan ketat bagi warganya.
Mengacu pada informasi dari Arab News, warga Saudi hanya diizinkan untuk menunaikan haji setiap lima tahun sekali. Namun, pengecualian berlaku bagi penduduk yang tinggal di sekitar Makkah.
Untuk berpartisipasi dalam rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, jemaah, termasuk warga Saudi dan ekspatriat (mukimin), perlu memiliki surat izin khusus (tasreh). Untuk mendapatkan izin tersebut, mereka harus mendaftar secara online ke Kementerian Dalam Negeri. Identitas dan kelayakan mereka akan diverifikasi, termasuk pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi meningitis yang biasanya dilakukan 10 hari sebelum keberangkatan.
Prioritas diberikan kepada mereka yang belum pernah melaksanakan haji wajib. Artinya, warga yang sudah pernah berhaji harus menunggu setidaknya lima tahun jika ingin berhaji kembali.
Walaupun berada dekat dengan Kakbah, warga Saudi tetap harus mematuhi aturan ini. Tujuannya adalah memberikan kesempatan lebih banyak kepada orang lain, terutama lansia atau mereka yang baru pertama kali berhaji.
Selain izin masuk, semua calon jemaah – termasuk warga lokal – wajib mendaftar melalui aplikasi Nusuk selama musim haji.
Dari sisi biaya, warga Saudi mengeluarkan dana sekitar 3.000 riyal (Rp13 juta) hingga 11.000 riyal (Rp47 juta), tergantung pada paket yang dipilih. Fasilitas yang ditawarkan mencakup transportasi, layanan medis, pemandu, akomodasi di tenda atau hotel, serta konsumsi.
Terdapat empat kategori paket yang tersedia:
Kategori 1: 7.546-8.146 riyal
Kategori 2: 7.295-7.895 riyal
Kategori 3: 5.893-6.493 riyal
Kategori 4: 11.000 riyal (akomodasi premium di gedung-gedung Mina)
Perlu diketahui, tidak seperti di Indonesia, warga Arab Saudi yang telah menunaikan haji tidak menambahkan gelar “Haji” di depan nama mereka.