Jakarta –
Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, menginstruksikan para pejabat untuk segera merancang anggaran tambahan guna mendukung pemulihan ekonomi dan mendorong peningkatan konsumsi.
Menurut laporan PANGKEP NEWS, Lee, yang baru saja memulai masa jabatannya minggu lalu, menjadikan pemulihan ekonomi sebagai prioritas utama dengan meluncurkan tim tugas ekonomi darurat bersama pejabat pemerintah.
Ekonomi mengalami penurunan dalam tiga bulan pertama tahun ini karena ekspor dan konsumsi terhenti di tengah kekhawatiran terhadap dampak tarif AS, yang mendorong ekspektasi pemotongan suku bunga.
Apabila anggaran tambahan disetujui di bawah kepemimpinan Lee, ini akan menambah anggaran tambahan negara sebelumnya sebesar 13,8 triliun won atau sekitar US$9,7 miliar yang disetujui pada awal Mei.
Selama masa kampanyenya, Lee menekankan pentingnya anggaran tambahan untuk memberikan dorongan ekonomi jangka pendek.
Dalam pertemuan tim tugas pada hari Senin, dia juga meminta tindakan untuk menstabilkan harga, dengan menyoroti bahwa meningkatnya biaya hidup menimbulkan penderitaan yang besar.
“Harga-harga yang tinggi menyebabkan penderitaan besar bagi masyarakat, jadi mohon periksa situasi terkini dan lihat apakah ada tindakan yang dapat diambil, serta laporkan tindakan tersebut bahkan sebelum pertemuan berikutnya,” kata Lee pada Senin (9/6/2025).
Harga ayam dan telur melonjak sejak wabah flu burung di Brasil, yang disampaikan oleh seorang wakil menteri keuangan kepada Lee saat pertemuan tersebut.
Pemerintah telah memberlakukan pembatasan impor ayam dari wilayah-wilayah yang terdampak flu burung di Brasil.
Presiden yang dikenal dengan kebijakan berhaluan kiri ini diperkirakan akan menerapkan kebijakan fiskal ekspansif, termasuk peningkatan subsidi tunai dan kesejahteraan, guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi meskipun ada kekhawatiran mengenai peningkatan tingkat utang.