Kemenyan Menjadi Produk Ekspor Andalan RI
Jakarta – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengusulkan kepada pemerintah untuk mempercepat hilirisasi produk ekspor kemenyan, yang dikenal dengan nama frankincense.
Menurut Ketua DEN, Luhut Binsar Panjaitan, pasar ekspor kemenyan di luar negeri sangatlah besar, mencapai US$ 23 miliar atau sekitar Rp 373,56 triliun.
“Ukuran pasarnya mencapai US$ 23 miliar. Semua orang membicarakan tentang parfum, hio, dan lainnya, itu semua berasal dari kemenyan,” ujar Luhut saat acara International Conference on Infrastructure 2025 di Jakarta Convention Center, Kamis (12/6/2025).
Nilai ekspor kemenyan dalam bentuk komoditas terus meningkat setiap tahun. Pada 2023, nilai ekspornya mencapai US$ 49,5 juta, dan pada 2024 naik menjadi US$ 52,1 juta.
Negara tujuan utama ekspor kemenyan Indonesia meliputi India dengan porsi 42,9%, Vietnam 13,7%, China 9,1%, Bangladesh 4,1%, Singapura 4%, Arab Saudi 3,6%, Pakistan 2,6%, Inggris 2,3%, Uni Emirat Arab 2,2%, Malaysia 1,9%, Italia 1,9%, dan Jerman 1,5%.
“Indonesia memproduksi 80% kemenyan dunia, dengan area seluas 35.000 hektar di Danau Toba. Kami sangat terkejut mengetahui hal ini, bahwa Indonesia menyuplai 80% secara global,” ungkap Luhut.