Sri Mulyani Sampaikan Peringatan kepada Pajak dan Bea Cukai
Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) tentang pentingnya menjaga transparansi dan akuntabilitas sebagai lembaga yang berada di bawah pengawasan publik.
Dalam acara pelantikan pejabat tinggi pratama atau eselon II serta pejabat pada unit organisasi, Jumat (13 Juni 2025), Sri Mulyani menegaskan bahwa di era media sosial dan keterbukaan informasi, kedua lembaga tersebut akan terus menjadi pusat perhatian.
Masyarakat kini dengan mudah dapat mengemukakan pendapat, kritik, bahkan menuntut transparansi dan akuntabilitas dari kedua institusi ini.
“Di era media sosial, DJP dan DJBC akan menjadi instansi yang disorot publik. Masyarakat akan terus menyampaikan aspirasi mereka,” ujar Sri Mulyani dalam pelantikan di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (13 Juni 2025).
Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat akan terus meminta negara untuk memberikan layanan yang mencerminkan hasil dari pajak yang mereka bayarkan.
Oleh karena itu, penting untuk menyediakan layanan publik yang cepat, efisien, dan berorientasi hasil. Sri Mulyani menekankan bahwa kehadiran negara melalui APBN sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Kepada teman-teman di rumpun penerimaan, tunjukkan kepemimpinan Anda. Buktikan bahwa Anda peduli dengan tugas melayani masyarakat, memperbaiki ekonomi, dan meningkatkan penerimaan negara,” ujar Sri Mulyani.
Ia juga menambahkan bahwa tugas DJP dan DJBC tidak hanya terkait pengumpulan penerimaan negara, tetapi juga dalam memberikan edukasi dan pendekatan kepada masyarakat. Kedua direktorat tersebut harus tetap menjaga kewibawaan dan ketegasan.
“Tingkatkan penerimaan negara, berikan edukasi, lakukan pendekatan manusiawi sembari tetap menjaga kewibawaan dan ketegasan,” tambahnya.
[Gambas:Video PANGKEP NEWS]