Fenomena Megatsunami 200 Meter di Greenland Membingungkan Para Ilmuwan
Jakarta, PANGKEP NEWS — Sebuah megatsunami yang mencapai ketinggian 200 meter dilaporkan terjadi di wilayah Greenland. Kejadian ini menimbulkan kebingungan di kalangan ilmuwan.
Menurut laporan yang dirilis oleh PANGKEP NEWS, megatsunami tersebut terjadi di Fjord Greenland pada tahun 2023, namun fenomena yang disebabkan oleh tanah longsor ini baru terungkap kepada publik setahun setelahnya.
Longsor tersebut terjadi setelah 25 juta meter kubik batu dan es terlepas dari lereng dengan panjang antara 600 hingga 900 meter. Melalui citra satelit, teridentifikasi adanya empat longsoran berbeda yang terjadi bersamaan.
Kejadian ini membuat para ilmuwan kebingungan, karena hanya sedikit data yang dapat mereka kumpulkan mengenai megatsunami ini.
“Saat kami memulai penelitian ini, semua orang kebingungan, tak ada yang benar-benar memahami,” ujar Kristian Svennevig dari Survei Geologi Denmark dan Greenland, seperti dikutip pada Minggu (29/6/2025).
Dia menambahkan bahwa mereka mengetahui megatsunami ini terkait dengan tanah longsor, berkat upaya kolaboratif dalam penelitian lintas disiplin dan internasional.
Menurut makalah yang dipublikasikan oleh tim Svennevig, megatsunami ini berlangsung selama seminggu dan bergerak tegak lurus terhadap arah tsunami awal. Mereka juga meneliti kemungkinan penyebab dari megatsunami ini.
Peneliti mengaitkan longsor tersebut dengan perubahan iklim. Perubahan suhu ekstrem antara musim panas dan musim dingin disebut memicu longsor pada musim semi.
Faktor lain yang menyebabkan longsor meliputi pencairan lapisan es, kekurangan penopang es, dan perubahan pola presipitasi.