Jakarta, PANGKEP NEWS – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Pimpin Cadangan Batu Bara di Indonesia
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menempati posisi terdepan dalam hal cadangan dan sumber daya batu bara di Indonesia. Anak perusahaan BUMI, yaitu PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia (Arutmin), masing-masing memiliki cadangan sebesar 2,5 miliar MT dan 8,5 miliar MT, menjadikan total cadangan mencapai 11,0 miliar MT.
Menargetkan produksi batu bara pada 2025 sebanyak 78-80 juta ton, BUMI yakin dapat mencapai target tersebut selama kondisi cuaca di lokasi tambang tetap stabil.
“Dengan jumlah ini, kami optimis untuk terus memproduksi batu bara hingga 30 tahun ke depan dengan target tahunan sebesar 80 juta ton,” tertulis dalam laporan tahunan BUMI yang dirilis pada Kamis (3/7/2025).
Penjualan batu bara BUMI pada tahun 2024 tercatat mencapai 78,7 juta ton. Negara tujuan ekspor meliputi China, India, Jepang, Filipina, Taiwan, Malaysia, Brunei Darussalam, Korea, Hongkong, Vietnam, Kamboja, Bangladesh, Thailand, dan Italia.
Dari sisi produksi, KPC melaporkan produksi batu bara sebanyak 55,0 juta ton pada tahun 2024, meningkat 3% dari 53,5 juta ton di tahun sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh fasilitas pemrosesan dan pengiriman dengan kapasitas 60 juta ton hingga akhir 2024.
Produksi dari tambang Arutmin pada 2024 mencapai 19,5 juta ton, turun 17,9% dari 23,8 juta ton tahun 2023. Arutmin saat ini beroperasi dengan izin IUPK yang berlaku hingga 2 November 2030.
Sementara itu, PEB memiliki sumber daya batu bara potensial sebesar 2,3 miliar ton dan cadangan sebesar 1,3 miliar ton. Ini berdasarkan studi kelayakan oleh konsultan pertambangan independen menggunakan metode JORC. PEB mengelola konsesi seluas 17.840 hektar dengan izin operasi selama 30 tahun, dari 5 Mei 2009 hingga 4 Mei 2039, dengan opsi perpanjangan 2×10 tahun.