Jakarta – Cipta Perdana (PART) Melirik Bisnis Baru untuk Proyek MBG Prabowo
Perusahaan yang dikenal sebagai produsen suku cadang otomotif, PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), mengumumkan rencananya untuk melakukan diversifikasi usaha ke sektor manufaktur peralatan dapur dan peralatan makan berbahan logam. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan potensi dari program pemerintah yang dipimpin oleh Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam rangka perubahan kegiatan usaha ini, perusahaan akan mengajukan persetujuan kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang dijadwalkan pada Senin, 11 Agustus 2025, sesuai dengan ketentuan POJK 17/2020.
Sebelum diversifikasi ini, PART beroperasi dalam sektor industri suku cadang untuk kendaraan bermotor roda empat dan roda dua. Mereka juga terlibat dalam perdagangan besar suku cadang serta komponen untuk kendaraan listrik dan karoseri.
PART menyatakan bahwa perubahan kegiatan usaha ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi Tray Food, yang akan mendukung program makan bergizi gratis dari pemerintah. Selain itu, perusahaan juga akan mengelola distribusi dan perdagangan produk-produk tersebut untuk memaksimalkan peluang di sektor konsumsi.
Langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan variasi produk dan menghasilkan barang bernilai tambah tinggi guna memperkuat daya saing. Perusahaan berharap dapat menjangkau lebih banyak konsumen dengan produk Tray Food yang berbasis komponen dalam negeri atau full TKDN.
“Penambahan KBLI ini didorong oleh tingginya persaingan di industri manufaktur dan meningkatnya permintaan Tray Food untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis Pemerintah,” dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat, (4/7/2025).
Tidak hanya fokus pada sektor makanan, PART juga melihat peluang di bidang pertanian dan kehutanan. Untuk itu, perusahaan akan berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan alat-alat yang mendukung sektor tersebut.
Manajemen berharap bahwa diversifikasi ini akan meningkatkan potensi pendapatan dan profitabilitas perusahaan. Selain itu, optimalisasi aset juga menjadi fokus untuk mendukung kelangsungan usaha dalam jangka panjang.