Jakarta PANGKEP NEWS
Jakarta PANGKEP NEWS – Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk (KAEF), Jasmine Karsono, menekankan bahwa pandemi COVID-19 telah memberi pelajaran berharga bagi sektor farmasi nasional. Menurut Jasmine, pandemi ini telah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan preventif, serta menyoroti pentingnya kemandirian dalam industri farmasi.
Jasmine menyatakan bahwa Kimia Farma kini beralih dari produksi obat tradisional ke arah yang lebih modern, seperti berbasis biologi molekuler. Pada saat yang sama, perusahaan juga berfokus pada pengembangan bahan baku obat dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Melalui anak perusahaannya, Kimia Farma bekerja sama dengan perusahaan dari Korea Selatan untuk menjadi pionir dalam produksi bahan baku obat lokal. Sampai saat ini, 19 bahan baku strategis telah berhasil diproduksi, terutama untuk menangani penyakit dengan tingkat prevalensi dan kematian tinggi seperti penyakit jantung, hipertensi, serta HIV/AIDS.
Kimia Farma juga tengah berupaya meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), baik melalui bahan baku aktif, eksipien (bahan tambahan), maupun elemen kemasan. Jasmine menyatakan bahwa strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan sektor farmasi dan mengurangi ketergantungan pada impor. Saksikan dialog Shafinaz Nachiar bersama Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk (KAEF) Jasmine Karsono di Program Closing Bell PANGKEP NEWS, Jumat (04/07/2025).