Rusia Mengamuk: Ukraina Terbakar, 539 Drone dan 11 Rudal Serang Kyiv
Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv, sepanjang malam dengan menggunakan ratusan pesawat nirawak yang menimbulkan ledakan di seluruh kota. Serangan udara ini berlangsung lebih dari delapan jam dalam beberapa gelombang, dengan total 539 drone dan 11 rudal yang diluncurkan ke wilayah Ukraina.
Menurut pihak berwenang di Kyiv, setidaknya 23 orang mengalami luka-luka, termasuk 14 yang harus menerima perawatan di rumah sakit. Infrastruktur kereta api, bangunan, dan kendaraan warga mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut.
Perusahaan kereta api nasional Ukraina, Ukrzaliznytsia, melaporkan bahwa infrastruktur rel di Kyiv rusak, memaksa pengalihan rute dan menyebabkan keterlambatan jadwal beberapa kereta penumpang. Warga terkejut mendengar serangkaian ledakan dan bunyi tembakan senjata antipesawat yang terdengar sepanjang malam, saat pertahanan udara Ukraina berupaya menghalau serangan.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan penduduk berlarian mencari perlindungan, bangunan terbakar, dan petugas pemadam kebakaran bekerja di tengah kegelapan. Menurut Angkatan Udara, 478 senjata udara Rusia berhasil dihancurkan, sementara serangan dilaporkan terjadi di delapan wilayah berbeda, termasuk penggunaan sembilan rudal dan 63 drone.
Di tengah ketegangan diplomatik antara Rusia dan Amerika Serikat, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis tidak menghasilkan kemajuan. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berharap bisa berkomunikasi langsung dengan Trump mengenai penghentian sebagian bantuan senjata AS, yang dikhawatirkan akan melemahkan pertahanan Ukraina.