Jakarta, PANGKEP NEWS
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sekali lagi memicu ketegangan dalam perang dagangnya. Kali ini, ia mengancam 14 negara, termasuk Indonesia, dengan pemberlakuan tarif yang lebih tinggi pada hari Senin waktu setempat.
Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump mengumumkan kebijakan ini dengan mempublikasikan foto surat resmi yang ditujukan kepada masing-masing pemimpin negara tersebut. Misalnya, sekutu AS seperti Jepang dan Korea Selatan dikenai tarif sebesar 25%.
Pada unggahan lainnya, terlihat Trump mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo, yang mana tarif barang impor dari Indonesia dinaikkan sebesar 32%. Negara lain yang terkena dampak termasuk Bangladesh, Thailand, Afrika Selatan, dan Malaysia dengan tarif berkisar antara 25% hingga 40%.
Namun, Trump menyatakan bahwa kebijakan ini tidak akan segera berlaku. Dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, ia menyatakan akan bersikap “sangat fleksibel” dengan batas waktu baru yang ditetapkan pada 1 Agustus.
Ia menegaskan bahwa negara-negara tersebut masih mempunyai kesempatan untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan. Pria berusia 79 tahun ini mengatakan akan memberikan “ruang bagi negara-negara itu untuk menegosiasikan kesepakatan”.
“Saya akan mengatakan tegas, tetapi tidak 100 persen tegas,” ujar Trump kepada wartawan saat jamuan makan malam bersama Netanyahu yang sedang berkunjung, saat ditanya apakah batas waktu 1 Agustus tersebut bersifat final.
“Saya akan mengatakan final, tetapi jika mereka menelepon dengan tawaran berbeda yang saya sukai, maka kami akan melanjutkannya,” tambahnya saat menjelaskan apakah surat-surat tersebut merupakan kesepakatan terakhir dengan semua negara yang terlibat.
Sebelumnya, Trump telah mengumumkan tarif impor secara luas pada apa yang disebutnya “Hari Pembebasan” pada tanggal 2 April, termasuk tarif dasar 10% untuk semua negara. Namun, setelah terjadi gejolak di pasar, ia menangguhkan semua tarif di atas 10% selama 90 hari.
Tarif tersebut akan berlaku kembali pada hari Rabu, 9 Juli, namun Trump mengirimkan surat-surat tersebut sebelum batas waktu yang ditetapkan.
Sampai saat ini, hanya ada dua kesepakatan yang telah dicapai, yaitu dengan Inggris dan Vietnam. Trump juga mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif balasan yang sangat tinggi dengan China.
“Pengumuman ini akan mengirimkan pesan yang mengerikan kepada pihak lain,” kata Wakil Presiden Asia Society Policy Institute, Wendy Cutler, merujuk pada surat-surat awal Trump kepada Tokyo dan Seoul.
“Keduanya telah menjadi mitra dekat dalam isu keamanan ekonomi,” lanjutnya, sembari menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan dari Jepang dan Korea Selatan telah melakukan “investasi manufaktur yang signifikan di AS dalam beberapa tahun terakhir”.
Di sisi lain, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan pada hari Senin bahwa akan ada lebih banyak kesepakatan yang akan datang. Menurutnya, AS akan mengumumkan beberapa kesepakatan baru dalam 48 jam ke depan.
Kemarin, Trump juga mengancam akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10% pada negara-negara yang berpihak pada blok negara-negara BRICS. Ia menuduh mereka menjalankan “kebijakan anti-Amerika” setelah mereka mengecamnya dalam sebuah pertemuan puncak.
BRICS merupakan singkatan dari lima negara pendirinya: Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Namun, terdapat enam anggota baru dalam blok tersebut, termasuk Indonesia.
(sef/sef)