Jakarta, PANGKEP NEWS
Jembatan KA Elevated dan Underpass Joglo yang dibangun oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) telah membawa perubahan signifikan bagi mobilitas dan konektivitas di Kota Surakarta setelah lebih dari enam bulan beroperasi. Infrastruktur ini tidak hanya menyelesaikan masalah kemacetan di area Simpang Joglo, tetapi juga menjadi simbol kemajuan tata kota berbasis infrastruktur terintegrasi.
Menurut Kementerian PU, sejak dibuka untuk umum pada 11 Januari 2025, simpang yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu titik paling padat di Surakarta kini mengalami pengurangan waktu tempuh yang signifikan. Dengan adanya underpass ini, waktu tempuh kendaraan yang sebelumnya rata-rata 5,12 menit dapat dipersingkat menjadi hanya 0,6 menit, sehingga terjadi penghematan waktu perjalanan hingga 89%.
Hal ini memberikan dampak positif terhadap aktivitas harian warga, terutama dalam hal efisiensi waktu perjalanan dan kelancaran distribusi antar wilayah.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menyatakan bahwa pembangunan underpass di bawah jalur aktif KA Solo-Semarang merupakan tantangan yang berhasil diatasi melalui inovasi metode jembatan penyangga baja. Teknologi ini memungkinkan pelaksanaan konstruksi tetap berlangsung tanpa mengganggu operasional kereta api serta memastikan kualitas, keamanan, dan efisiensi pengerjaan.
“Proyek ini bukan hanya soal konstruksi fisik, tetapi juga bagaimana sebuah infrastruktur dapat memenuhi kebutuhan riil masyarakat. Kondisi Simpang Joglo yang lebih lancar saat ini menggambarkan bagaimana infrastruktur dapat mentransformasi wajah kota dan kehidupan warganya,” ujar Agung pada Selasa (15/7/2025).
Menurutnya, selama masa konstruksi, proyek ini menciptakan lapangan kerja lokal bagi warga setempat dan membuka ruang partisipasi komunitas melalui pelibatan vendor lokal dalam pekerjaan penunjang seperti trotoar.
Selain itu, kolaborasi dengan Kelurahan Banjarsari dan Kadipiro dalam kegiatan sosial dan lingkungan menunjukkan pendekatan pembangunan yang inklusif dan berbasis komunitas.
Dia menegaskan bahwa proyek Jembatan KA Elevated dan Underpass Joglo adalah representasi keberhasilan sinergi antara inovasi teknis dan kepedulian sosial.
“Kehadiran Jembatan KA Elevated dan Underpass Joglo kini menjadi bagian penting dalam sistem mobilitas Kota Surakarta serta ikon infrastruktur modern yang memperkuat identitas kota dan semangat kemajuan wilayah,” pungkasnya.