Sepuluh Startup Terkenal di Indonesia yang Tutup dan Bangkrut, Simak Daftarnya
Jakarta – Startup lokal sempat mengalami masa kejayaan dengan aliran dana yang melimpah dan pertumbuhan yang pesat. Namun, dengan meningkatnya persaingan, banyak dari mereka yang akhirnya tidak dapat bertahan.
Beberapa startup yang akhirnya berhenti beroperasi termasuk Zenius, Airy Rooms, dan JD.ID. Penyebabnya bervariasi, dari kehabisan dana hingga dampak pandemi Covid-19.
1. Zenius
Startup pendidikan digital Zenius mengumumkan akan menghentikan operasinya sementara pada awal 2024. Mereka, yang juga mengelola Primagama, menyatakan harus berhenti karena menghadapi ‘tantangan operasional’.
2. Rumah.com
PropertyGuru menutup platform properti Rumah.com pada Agustus tahun lalu, menyebabkan 61 karyawan terkena PHK. Keputusan ini diambil setelah pertimbangan matang oleh CEO PropertyGuru, Hari V. Krishnan.
3. JD.ID
JD.ID menghentikan semua layanan pada 31 Maret 2023, dengan fokus perusahaan induk pada pengembangan jaringan supply chain internasional.
4. Airy Rooms
Airy Rooms menutup operasinya pada 31 Mei 2020 karena situasi pasar yang berubah drastis akibat pandemi.
5. Fabelio
Fabelio, startup desain furnitur, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada Oktober 2022 karena berbagai masalah keuangan.
6. Sorabel
Sorabel menutup operasi pada 30 Juli 2020 setelah gagal mendapatkan pendanaan baru di tengah pandemi.
7. Stoqo
Stoqo, yang menyediakan bahan makanan segar ke bisnis makanan, menutup operasi pada April 2020, setelah terdampak parah oleh pandemi.
8. Qlapa
Qlapa, yang berfokus pada pemberdayaan pengrajin lokal, berhenti beroperasi pada 2019 karena tidak mampu bersaing dengan e-commerce besar lainnya.
9. CoHive
CoHive, penyedia ruang kerja bersama, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Januari 2023.
10. Beres.id
Beres.id, bagian dari startup Kaodim asal Malaysia, menutup semua operasinya pada 1 Juli 2022, termasuk di Indonesia.