AS Akhirnya Buka Blokir China, Kekayaan Rp 2.400 Triliun Bertambah
Jakarta – Amerika Serikat (AS) akhirnya mencabut blokir akses teknologi terhadap China. Langkah ini menjadi berkah bagi Nvidia, perusahaan AI terkemuka asal AS yang sempat khawatir karena larangan menjual ke China.
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan bahwa pemerintah berencana membuka kembali penjualan chip AI H20 dari Nvidia, yang sebelumnya diblokir. Pencabutan blokir ini merupakan bagian dari negosiasi terkait logam tanah jarang.
Tidak lama kemudian, CEO Nvidia, Jensen Huang, yang sedang berada di Beijing, memuji pembuat model AI dari China seperti Deepseek, Alibaba, dan Tencent.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Reuters, Rabu (16/7/2025), Huang menyebutkan bahwa model AI dari China memiliki kualitas kelas dunia.
Huang juga menambahkan bahwa pasar China sangat besar, dinamis, dan inovatif, serta menekankan betapa pentingnya bagi perusahaan AS untuk membangun kehadiran di Beijing.
Pilihan Redaksi
- Bos NVIDIA Salip Warren Buffett! Harta Jensen Huang Tembus Rp2.418 T
- Trump Menyerah, China Langsung Borong Chip Amerika
Mengenai perubahan kebijakan di AS, Huang menyebutkan bahwa diskusi yang konstruktif dan positif telah terjalin antara kedua pemerintah.
“Perubahan terbaru ini berkaitan dengan diskusi positif dan konstruktif antara pemerintah AS dan China terkait pengendalian ekspor,” ujarnya.
Dia menambahkan, lisensi akan segera diterbitkan. “Saya diyakinkan bahwa lisensi akan segera dikeluarkan,” kata Huang.
Untuk mendapatkan persetujuan, pesanan chip Nvidia dari perusahaan China perlu diserahkan ke pemerintah AS. Kabarnya, Bytedance dan Tencent juga sedang dalam proses pengajuan aplikasi.
Namun, Reuters melaporkan bahwa Bytedance membantah telah mengajukan aplikasi, sementara Tencent belum memberikan komentar.
Saham Nvidia, perusahaan paling berharga di dunia, ditutup naik 4% dan hampir tidak berubah dalam perdagangan setelah pasar. Sebelumnya, Nvidia memperkirakan bahwa pembatasan chip yang diputuskan AS pada April 2025 akan mengurangi pendapatannya sebesar US$15 miliar.
Dengan dibukanya akses ekspor chip dari AS ke China, Nvidia kembali akan meraup pendapatan besar dari pasar penting ini. Kekayaan Huang yang sempat menurun akibat isu pemblokiran, kini kembali meningkat.
Menurut data yang dilihat PANGKEP NEWS di Forbes, Kamis (17/7/2024), kekayaan Huang meningkat 0,39% menjadi US$149,2 miliar atau sekitar Rp2.435 triliun.