BRI Dukung Koperasi Desa Merah Putih Lewat AgenBRILink
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sepenuhnya mendukung pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari Asta Cita Pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemandirian ekonomi di desa. Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih bertujuan memperkuat struktur ekonomi desa dan melindungi warga dari pinjaman online ilegal serta praktik rentenir yang merugikan.
Program ini diharapkan dapat memudahkan akses pembiayaan dan mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang sehat, produktif, dan mandiri di desa. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa sejak program KDMP diluncurkan, perusahaan telah merancang model pembiayaan yang sehat dengan risiko pengembalian yang terjaga. Skema pembiayaan ini disesuaikan dengan kebutuhan modal kerja berdasarkan skala usaha (kecil, menengah, atau besar) dan dihitung berdasarkan estimasi omzet bisnis.
Namun demikian, menurut Hery, masih ada beberapa tantangan dalam pengelolaan koperasi di lapangan. Ia menyebutkan bahwa kapasitas manajerial dan transparansi dalam pencatatan keuangan adalah dua masalah utama yang perlu segera diatasi untuk mengembangkan koperasi.
Untuk mengatasi tantangan ini, BRI berencana mengoptimalkan peran Rumah BUMN dan Desa BRILiaN sebagai rumah inkubator pendampingan bisnis. Melalui program-program ini, para pengurus koperasi akan dibantu dalam menyusun pembukuan usaha, mengelola arus kas, dan menerapkan tata kelola yang lebih profesional.
Lebih lanjut, Hery menuturkan bahwa selain memperkuat fondasi kelembagaan koperasi, BRI juga mendorong koperasi dengan potensi produk lokal untuk memperluas jangkauan pasarnya.
“Bank tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga bisa meningkatkan bisnis yang ada. Misalnya, di desa mereka memiliki produksi kerajinan atau produk spesifik yang ingin diekspor, BRI bisa memfasilitasi melalui mekanisme business matching,” kata Hery dalam keterangan resmi, Senin (21/8/2025).
Hery juga menambahkan, sebagai bagian dari penguatan ekosistem KDMP, BRI memaksimalkan peran AgenBRILink yang kini tersebar di lebih dari 1,2 juta titik di seluruh Indonesia. Melalui layanan AgenBRILink, koperasi dapat melakukan berbagai transaksi keuangan seperti setor dan tarik tunai, top-up, pembayaran tagihan, hingga cicilan.
Layanan ini akan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan dengan lebih dekat, murah, dan inklusif. Beragam langkah yang ditempuh BRI ini pun sejalan dengan komitmen pemerintah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa koperasi yang dikelola secara profesional dan berpihak kepada rakyat akan menjadi instrumen utama dalam membangun perekonomian desa yang mandiri dan berkelanjutan.
“Saat ini pinjaman rentenir makin menjamur, maka dari itu kita minta bantuan BRI untuk mengatasi hal ini, melalui keberadaan AgenBRILink milik BRI yang berjumlah 1,2 juta agen. Koperasi ini kan mengerti keadaan desanya, sehingga potensi desa bisa makin berkembang. Kalau ada usaha yang menguntungkan, maka koperasi yang ada bisa membantu anggotanya mendapatkan pembiayaan KUR BRI,” ujar Zulkifli Hasan.
Sejalan dengan hal itu, Anggota Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Anton J. Supit menekankan bahwa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada tata kelola yang profesional dan transparan. “Kita yakin bahwa ini merupakan amanat konstitusi dan semangat ekonomi kerakyatan yang terus digaungkan oleh pemerintahan. Dengan struktur kelembagaan yang tepat dan pendekatan yang menyeluruh, koperasi ini berpeluang besar untuk berhasil dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa,” tuturnya.