BRI Mendukung Pembentukan Karakter Anak melalui Program Edukasi Pertanian
Jakarta, PANGKEP NEWS – BRI berperan aktif dalam mendukung pembentukan karakter anak-anak Indonesia melalui kegiatan ‘Anak Negeri Dalam Aksi Lestarikan Nusantara’. Dalam program ini, BRI mengundang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Kota Kulon Garut untuk berpartisipasi dalam kegiatan agroedukasi di Klaster Usaha Ganitri (Garut Benih Tani Lestari) yang terletak di Taman Teknologi Pertanian, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Klaster Usaha Ganitri adalah sebuah lembaga ekonomi petani hortikultura di dataran tinggi Kecamatan Cikajang dan Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Klaster ini didirikan oleh empat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), yaitu Gapoktan Cikandang Agro, Gapoktan Margamulya Tani, Gapoktan Gapesa Jaya, dan Gapoktan Sahabat Tani.
Saat ini, terdapat 350 petani yang tergabung dalam Klaster Usaha Ganitiri, yang mengelola area seluas sekitar 100 hektar yang meliputi Desa Cikandang, Desa Margamulya, Desa Simpang, dan Desa Sukawargi. Klaster ini menanam berbagai jenis sayuran hortikultura dataran tinggi dengan kentang sebagai komoditas unggulan, yang dikelola dari proses perbenihan, penanaman, hingga pengolahan pasca panen.
Di Klaster Usaha Ganitiri, siswa/i SDN 7 Kota Kulon Garut mendapatkan edukasi tentang budidaya klaster unggulan, pertanian terpadu cerdas, diversifikasi produk turunan klaster unggulan, serta permainan tradisional untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan.
Dalam edukasi budidaya klaster unggulan dan pertanian terpadu cerdas, siswa dibekali pengetahuan tentang pertanian berkelanjutan dan hasil pertanian yang berkualitas. Selain itu, edukasi diversifikasi produk turunan klaster unggulan memberikan pengetahuan kepada siswa tentang pengolahan kentang menjadi makanan yang lezat dan bergizi.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyatakan bahwa BRI secara konsisten berperan dalam memajukan pendidikan dan kecerdasan anak-anak Indonesia. Usaha mencerdaskan kehidupan anak bangsa tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal di sekolah, tetapi juga melalui berbagai pendekatan yang dapat membentuk karakter, menanamkan nilai tanggung jawab, dan menumbuhkan integritas sejak dini.
‘Program ini merupakan kontribusi BRI bagi anak-anak Indonesia. Dengan kegiatan ini, diharapkan siswa SDN 7 Kota Kulon Garut mendapatkan pembelajaran tambahan yang mampu membentuk karakter, menanamkan nilai tanggung jawab, dan menumbuhkan integritas sejak dini, serta mendukung program ketahanan pangan yang saat ini menjadi fokus utama Pemerintah,’ ujar Agustya Hendy Bernadi pada Rabu (23/7/2025).
Teten Rustandi, Ketua Klaster Ganitiri, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah momen yang tepat untuk memperkenalkan dan mengedukasi anak-anak tentang pentingnya pertanian sejak dini.
‘Siswa dikenalkan dengan proses benih kentang hingga siap tanam di lahan pertanian dan mendapatkan pengalaman langsung memanen kentang. Ini sangat bermanfaat bagi siswa sejak dini, dan kami dari Kelompok Usaha merasa berharga karena dapat memberikan edukasi kepada anak-anak,’ tambahnya.
Sri Asdianwati, Kepala Sekolah SDN 7 Kota Kulon Garut, menambahkan bahwa kegiatan agroedukasi sangat relevan untuk diberikan kepada anak-anak sejak dini karena pada usia ini anak-anak sedang dalam masa pembentukan karakter, kebiasaan, dan rasa ingin tahu yang tinggi.
‘Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan BRI untuk melibatkan siswa/i kami dalam kegiatan agroedukasi ini. Tentunya, kegiatan ini sangat membantu proses belajar siswa/i kami di luar pendidikan formal di sekolah. Proses menanam, merawat, dan memanen memberikan pengalaman nyata tentang ketekunan dan hasil usaha,’ imbuhnya.
Di SDN 7 Kota Kulon Garut, BRI Peduli juga menyalurkan berbagai bantuan untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah, seperti perbaikan ruang guru, penambahan ruang kelas, serta bantuan peralatan tulis bagi para siswa. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung penyediaan fasilitas dan infrastruktur yang memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.