Kesepakatan Gencatan Senjata! Prajurit Kamboja Jalani Pengobatan
Di provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, para prajurit yang mengalami cedera kini menunggu giliran untuk mendapatkan perawatan medis setelah tercapainya gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand.
Setelah diumumkannya gencatan senjata, dampaknya masih terasa di kalangan tentara yang berada di garis depan. Tour Chanthorn (38) mengalami cedera ketika bunkernya ditembaki oleh tank militer Thailand, sehari sebelum perjanjian gencatan senjata tersebut. Akibat serangan itu, Chanthorn mengalami luka-luka dari pecahan peluru yang memerlukan perawatan jangka panjang.
“Saya menyambut baik kesepakatan gencatan senjata ini. Dengan adanya kesepakatan ini, pertempuran dapat dihentikan sepenuhnya, dan kami, para prajurit, bisa kembali beristirahat dengan tenang,” ujar Chanthorn.
Pertemuan antara para pemimpin Thailand dan Kamboja di Malaysia pada hari Senin menghasilkan kesepakatan untuk menghentikan konflik paling berdarah dalam lebih dari satu dekade terakhir. Konflik ini telah menewaskan setidaknya 43 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyebabkan lebih dari 300.000 orang terpaksa mengungsi di kedua negara.
Selama beberapa dekade, Thailand dan Kamboja telah berselisih terkait perbatasan yang menjadi sengketa, dan konflik ini semakin memanas sejak seorang prajurit Kamboja tewas dalam baku tembak di akhir Mei, memicu pengerahan pasukan di kedua sisi dan krisis diplomatik yang serius.