Jakarta –
Jakarta – Direktur Utama PT Samuel Aset Manajemen, Agus Basuki Yanuar, menekankan bahwa perkembangan data ekonomi, termasuk inflasi dan data pekerjaan di Amerika Serikat, menjadi fokus utama Bank Sentral The Fed sebelum mengambil keputusan untuk memangkas suku bunga acuan.
Dalam situasi menunggu kebijakan pemangkasan suku bunga oleh The Fed hingga Bank Indonesia, serta menghadapi gejolak ekonomi global dan domestik, para investor di pasar keuangan Indonesia lebih cenderung memilih aset investasi yang dinamis dan fleksibel dalam penempatan asetnya.
Menurut Agus Basuki, reksadana campuran dan aset investasi bilateral dengan alokasi aset yang fleksibel menjadi instrumen yang banyak diminati oleh para investor.
Bagaimana arah investasi menghadapi ketidakpastian di paruh kedua 2025 ini? Simak dialog antara Andi Shalini dan Direktur Utama PT Samuel Aset Manajemen, Agus Basuki Yanuar, dalam program Squawk Box di PANGKEP NEWS (Rabu, 30/07/2025).