Trump Berang! Data Ketenagakerjaan Merosot, Kepala BLS Mendapat Pemecatan
Jakarta, PANGKEP NEWS — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat langkah mengejutkan. Pada hari Jumat waktu setempat, Trump memberhentikan Kepala Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) Erika McEntarfer, hanya beberapa jam setelah lembaga itu merilis data ketenagakerjaan yang jauh di bawah harapan pasar.
Dalam pernyataannya di media sosialnya, Truth Social, Trump menuduh McEntarfer, yang dikatakannya sebagai penunjukan politik dari Biden, telah menyajikan data pekerjaan yang menyesatkan demi tujuan elektoral.
“Kita membutuhkan angka pekerjaan yang tepat. Saya sudah menginstruksikan tim saya untuk memberhentikan penunjukan politik oleh Biden ini, segera,” tulis Trump, seperti dilaporkan oleh PANGKEP NEWS, Minggu (3/8/2025).
Pemecatan ini dikonfirmasi langsung oleh juru bicara BLS kepada PANGKEP NEWS. Untuk sementara, posisi McEntarfer akan dipegang oleh Deputi Komisaris William Wiatrowski sebagai pelaksana tugas.
Langkah tiba-tiba ini dilakukan setelah BLS melaporkan tambahan hanya 73.000 lapangan kerja non-pertanian pada bulan Juli, jauh di bawah perkiraan analis. Selain itu, revisi besar-besaran dilakukan terhadap data dua bulan sebelumnya, dengan total penurunan 258.000 pekerjaan, penyesuaian terburuk sejak awal pandemi Covid-19 pada April 2020.
Trump, yang sebelumnya sering memuji kekuatan pasar tenaga kerja AS, menyebut data terbaru sebagai manipulasi politik yang merusak citra ekonomi nasional.
Akibat pemecatan McEntarfer, pasar langsung merosot. Dow Jones Industrial Average jatuh lebih dari 500 poin, sementara Nasdaq turun lebih dari 2%. Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga melemah karena kekhawatiran investor terhadap stabilitas kebijakan ekonomi Trump.
Tidak hanya itu, Trump juga kembali melontarkan kritik tajam kepada Ketua The Fed Jerome Powell, menuduhnya bermain politik dengan suku bunga demi memenangkan Wapres Kamala Harris.
Langkah Trump ini mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk William Beach, pendahulu McEntarfer di BLS dan juga penunjukan Trump pada 2017.
“Pemecatan ini sama sekali tidak berdasar dan merusak independensi sistem statistik nasional,” tulis Beach di platform X.
Analis pasar Peter Mallouk bahkan menyebut situasi ini sebagai “tidak sehat” dan menyamakan reaksi Trump sebagai parodi.
Trump sendiri telah mengusulkan pemangkasan anggaran BLS sebesar 8% dalam rencana belanjanya tahun ini. Hal ini menimbulkan kekhawatiran luas mengenai objektivitas data ekonomi resmi pemerintah AS, termasuk angka inflasi dan pengangguran.