Dukungan Pemerintah untuk Susu Kambing Steril PMI Menembus Pasar Internasional
jateng.PANGKEP NEWS, DEMAK – Pemerintah terus mendorong mantan pekerja migran Indonesia (PMI) untuk berkiprah dalam dunia usaha guna menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebuah contoh nyata keberhasilan ini dicapai oleh Slamet Priyono, seorang mantan PMI dari Korea Selatan yang kini mengembangkan bisnis susu kambing steril (sukam) pertama di Indonesia.
“Sejak 2012, saya berkomitmen membantu teman-teman mantan PMI yang pulang dari luar negeri,” kata Slamet saat Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding berkunjung ke Pabrik Sukam di Banyumeneng, Mranggen, Demak, pada Selasa (15/4).
Ia menekankan bahwa bisnis yang dijalankannya lahir dari semangat kebersamaan. Perjalanan membangun usaha susu kambing steril dimulai setelah ia kembali dari Korea pada 2005.
“Kami mendirikan usaha ini dengan dana kolektif. Tanpa pinjaman bank, hanya melalui investasi bersama antar-mantan PMI,” ungkapnya.
Slamet menjelaskan bahwa sistem investasi yang diterapkan sangat sederhana namun efektif. Mereka dapat menitipkan lima hingga sepuluh ekor kambing di kandang, kemudian dikelola dan hasilnya dibagi setiap bulan hingga ada tambahan ekor pada bulan ketujuh.
“Susu sapi sudah banyak di pasaran, tetapi susu kambing ini langka dan memiliki keunggulan dari segi kesehatan. Proses sterilisasi yang kami lakukan adalah yang pertama di Indonesia dan bahkan di dunia,” ujarnya.
Tidak hanya berhasil di pasar domestik, produknya kini juga mulai diminati oleh pasar internasional. Contoh produk telah dikirimkan ke Brunei, Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi.