Jakarta, PANGKEP NEWS – Laporan Keuangan Semester I/2025
Beberapa perusahaan di bawah konglomerasi Prajogo Pangestu telah mengeluarkan laporan keuangan mereka untuk semester pertama tahun 2025. Hasilnya menunjukkan kinerja yang beragam, dari peningkatan laba yang signifikan, pemulihan dari kerugian, hingga penurunan profit yang cukup tajam.
Penelitian PANGKEP NEWS mencatat lima emiten dari grup Barito yang telah mempublikasikan kinerjanya, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Di antara kelima perusahaan ini, TPIA menjadi sorotan dengan pencapaian turnaround yang luar biasa. Perusahaan ini berhasil membukukan laba sebesar US$ 1,27 miliar pada paruh pertama 2025, berbalik dari kerugian US$ 49,79 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan TPIA pun melonjak tajam sebesar 237,7% dari tahun sebelumnya menjadi US$ 2,92 miliar, didorong oleh kontribusi dari segmen kimia sebesar US$ 1,79 miliar dan kilang sebesar US$ 1,02 miliar. Segmen infrastruktur juga menyumbang US$ 47,23 juta. Meskipun beban pokok pendapatan meningkat signifikan, pertumbuhan pendapatan tetap mendorong kinerja positif TPIA.
BRPT menyusul dengan lonjakan laba yang sangat signifikan, mencapai US$ 539,82 juta atau meningkat lebih dari 1.400% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan BRPT juga tumbuh kuat sebesar 178,5% dari tahun sebelumnya menjadi US$ 3,22 miliar, didorong oleh sejumlah proyek strategis. Direktur Utama Agus Pangestu menyebutkan bahwa akuisisi Aster Chemicals and Energy (ACE) pada April 2025 menjadi pendorong utama pertumbuhan ini, terutama melalui pencatatan bargain purchase.
Sementara itu, BREN menunjukkan kinerja positif dengan peningkatan laba 12,96% dari tahun sebelumnya menjadi US$ 65,47 juta, berkat peningkatan kapasitas produksi panas bumi dan ekspansi margin. Namun, pertumbuhan pendapatan BREN lebih moderat di angka 3,45% dari tahun sebelumnya menjadi US$ 300 juta.
Tidak semua emiten grup mengalami pertumbuhan. CUAN justru mencatat penurunan laba yang signifikan, meskipun pendapatannya melonjak hampir 50% dari tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan adanya tekanan pada margin atau biaya operasional yang meningkat tajam. Begitu pula dengan PTRO, yang menunjukkan perlambatan pendapatan dengan penurunan sekitar 9% dari tahun sebelumnya, yang kemudian berimbas pada penyusutan laba hingga 18,61% dari tahun sebelumnya.
PANGKEP NEWS INDONESIA RESEARCH