Jakarta – Film Animasi ‘Merah Putih: One For All’ Menjadi Sorotan di Dunia Maya
Film animasi ‘Merah Putih: One For All’ berhasil menarik perhatian netizen dengan visual dan ceritanya yang menarik.
Menurut poster dan situs resmi Cinema XXI, film ini diproduksi oleh Perfiki Kreasindo. Sutradara dan penulisnya adalah Endiarto dan Bintang, dengan Toto Soegriwo sebagai produser. Sonny Pudjisasono bertindak sebagai produser eksekutif.
Informasi mengenai Perfiki Kreasindo cukup terbatas. Ketika situs mereka diakses, hanya muncul pesan ‘404 Not Found’.
Dari akun Instagram resmi @movreview dan @totosoegriwo, diketahui bahwa produksi film ini dimulai pada Juni 2025 dan selesai dalam waktu sekitar satu bulan sebelum tayang di bioskop, dengan anggaran Rp 6,7 miliar.
Film yang disutradarai oleh Endiarto dan Bintang ini berdurasi 70 menit dan memakan biaya produksi sebesar 6,7 miliar rupiah. Dengan tema keberagaman, film ini dinilai menginspirasi dengan nilai persatuan, persahabatan, dan semangat nasionalisme generasi muda Indonesia.
Produser Toto Soegriwo menanggapi kritik netizen mengenai kualitas film dengan santai melalui Instagram-nya, mengatakan, “Senyumin aja. Komentator lebih pandai dari pemain. Banyak yang mengambil manfaat juga kan? Postingan kalian jadi viral kan?”
Film animasi ‘Merah Putih: One For All’ akan dirilis di bioskop pada 14 Agustus 2025. Trailer-nya tersedia di YouTube melalui ‘Perfiki TV’, ‘CGV Kreasi’, dan ‘Historika Film’.
Channel CGV Kreasi menyebut ‘Merah Putih: One For All’ sebagai film animasi bertema kebangsaan pertama. Ceritanya berlatar di sebuah desa yang tenang, saat warga bersiap merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Tim Merah Putih, sekelompok anak dengan latar belakang budaya yang berbeda, terpilih untuk menjaga bendera pusaka yang akan dikibarkan saat upacara 17 Agustus. Namun, sebelum upacara dimulai, bendera tersebut hilang. Tim ini kemudian bersatu dalam misi penyelamatan bendera yang hilang secara misterius.
Petualangan mereka mengatasi perbedaan dan menghadapi berbagai rintangan demi menemukan bendera yang hilang menjadi fokus utama film ini. Meskipun menyampaikan pesan ‘bhinneka tunggal ika’, eksekusi film ini mendapatkan berbagai komentar dari netizen. Beberapa membandingkannya dengan ‘Jumbo’, film animasi buatan Ryan Adriandhy yang juga viral dan dipuji.
Berikut beberapa komentar netizen di media sosial X yang dirangkum oleh PANGKEP NEWS, Sabtu (9/8/2025):